Facebook Twitter Google RSS
Showing posts with label Slider. Show all posts
Showing posts with label Slider. Show all posts

Friday, October 16, 2015

Rudi Wakili Unigha pada Kegiatan Simposium UNPAD Bandung

Unknown     11:27 AM  1 comment
Rudi hermawan tiba di bandara husein sastranegara bandung

Sigli - Pj pemerintah mahasiswa fakultas ilmu administrasi (FIA) universitas jabal Ghafur (Unigha), Muhammad Ikram Muliadi mengutuskan Rudi Hermawan pada acara simposium di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

Kegiatan yang berlangsung mulai 17 - 20 Oktober itu, di ikuti oleh ratusan peserta perwakilan berbagai kampus yang ada di indonesia, khususnya fakultas ilmu sosial dan politik ( Fisip) dan juga Bem dari berbagai Perguruan tinggi (PT).

Pj Pema FIA, Ikram Muliadi kepada suaraunigha, Jum'at (16/10/2015) mengatakan memberi dukungan penuh kepada Rudi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Kita sudah sepakat untuk memberi mandat kepada Rudi untuk mengikuti kegiatan simposium nasional di UNPAD jatinangor Bandung," kata Ikram.

Mantan sekretaris jenderal (Sekjen) Pema FIA, Zikri juga mendorong sepenuhnya agar Rudi bisa berpartisipasi pada acara simposium tersebut.

"Berkat kerja keras kami semua Alhamdulillah FIA Unigha sudah mengirimkan perwakilan di acara nasional di UNPAD Bandung,"ujar Zikri.

Lanjutnya lagi, ini kesempatan emas bagi mahasiswa fakultas ilmu administrasi untuk membuka jaringan di seluruh indonesia, yaitu pada acara simposium tersebut.

Ditanyai soal keberangkatan, Zikri mengatakan kalau utusan dari FIA (rudi) alhamdulillah tadi pukul 16.00 Wib sudah tiba di bandara Husein sastranegara Bandung dan sudah di jemput oleh panitia di sana.

Pihak dosen juga sudah mendukung untuk keberangkatan Rudi, dan pihak rektorat juga sudah merekomendasikan nya, teman - teman juga sangat setuju apalagi untuk membuka jaringan FIA agar kedepan bisa dilanjutkan lagi oleh adik - adik kami semua. Kami semua berdoa agar Rudi selamat dijalan dan dapat membawa pulang ilmu yang sudah ia dapat kan disana untuk di berikan kepada kami semua. Amin, tutup Ikram.

Monday, September 7, 2015

Rapa i Griempheng Keuneubah Endatu

Unknown     8:29 AM  No comments
Pemain Rapa i griempheng Dayah Keurako tampil di acara pesta di Gampong setempat (foto|Joni J)

Sigli - Berbicara kesenian tidak terlepas jua dari Rapa i Griempheng yang selama ini sudah mulai terdengar kembali "tang keucang kaleeng, pruek - pruek preeng" di gampong Dayah keurako kemukiman Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya Pidie. Rapa i keuneubah endatu tersebut kini mulai di aktif kembali oleh generasi muda gampong tersebut setelah lama tidak di fungsikan lagi akibat tidak ada yang hiraukan.

Rapa i yang kini sisa hanya cukup untuk sepuluh orang pemain itu dapat menerobos suara hinga ke kemukiman lain saat acara latihan di mulai. Para masyarakat sangat antusias melihat generasi muda Dayah keurako yang melakukan latihan setiap malam mulai pukul 22.00 s/d 24.00, kecuali malam Jum'at di liburkan.

Menurut salah satu pemain Rapa i, M.Rizal kepada suaraunigha.co mengatakan, mereka berlatihan Rapa i Griempheng selama ini karna untuk meneruskan kesenian yang sudah ada dari sejak leluhur. namun sepat vakum sudah beberapa tahun akibat beberapa orang "syeh" dari anggota Rapa i tersebut sudah menghadap sang khalid.

"Ini suatu tanggung jawab kami sebagai generasi untuk meneruskan kesenian di gampong Dayah Keurako. Alhamdulillah kami sudah aktif kembali untuk latihan Rapai secara rutin, meskipun beberapa anggota kami sudah tiada, terutama para "syeh" terdahulu yang telah tiada," kata Rizal.

Disinggung menganai "syeh" saat ini, Rizal menyebutkan beberapa anggota muda yang sudah latihan rutin kini sudah bisa memimpin sebagai "syeh", di antaranya Bukhari, Muzakir dan Riki.

"kami sudah ada "syeh" yang baru dan sangat muda, yaitu Riki," ujar Rizal.

Muhammad Syahril juga mengatakan, meskipun Rapa i tinggal sedikit namun tidak mengurangi semangat latihan bagi mereka apalagi masyarakat sangat mendukung kesenian tersebut. Menurutnya, Rapa i Griempheng tersebut berjumlah banyak, namun akibat vakum beberapa tahun dan kehilangan "syeh" Rapai tersebut mulai rusak dan tidak ada yang perbaiki lagi.

"Semangat kami sangat tinggi meskipun Rapa i tinggal sedikit, tapi kami berusaha agar kedepan bertambah kembali Rapa i agar bisa di mainkan oleh semua generasi jangan seperti ini harus menunggu sebahagian," kata Syahril.

Lanjutnya lagi, Masyarakat Dayah keurako sangat berharap perhatian dari dinas kebudayaan untuk membantu mereka dalam menambahkan Rapa i dan baju khusus untuk pemain Rapa i agar saat tampil di tempat - tempat acara punya baju seragam.

"Dulu kami sangat lengkap baik segi Rapa i maupun baju seragam, namun kini semua sudah tiada apalagi baju yang sudah menjadi makanan tikus," kata mahasiswa Unigha itu.

Rapa i Griempheng Dayah keurako juga pernah mengharumkan nama Pidie khususnya dan umumnya Aceh saat tampil di Jakarta pada era tahun 80 an.

laporan : RH
Editor   : Redaksi


Menatap Unigha Sigli

Unknown     7:13 AM  No comments
Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli hingga kini masih dirundung permasalahan. Kampus swasta yang terletak di atas bukit GleGapui itu kini sudah menginjak usia tiga puluh tahun lebih. Persoalan - persoalan yang bertube - tube menimpa kampus sijantong hate masyarakat Pidie. Akibat kepentingan para elit politik Jabal Ghafur kini bagai tidak bernyawa lagi, terlihat sepi suana kampus. Impian masyarakat Pidie, kampus Jabal Ghafur dijadikan sebagai kampus Negeri agar generasi di Pidie mendapat pendidikan yang layak dan bermutu.

Gedung Rektorat tampak dari depan (foto|Rudiloca)

Gedung fakultas Ekonomi (foto|Rudiloca)


Panplet Penegerian Unigha harga mati terpasang pada pohon sawet di sebuah kantin (foto|Rudiloca)

Gedung Fakultas Ilmu Administrasi (foto|Rudiloca)

Rombongan Kerbau bermain di belakang pos Security (foto|Rudiloca)

Gedung PRPCN yang di gunakan untuk tempat belajar FKIP (foto|Rudiloca)

Gedung FKIP terlihat dari samping (foto|Rudiloca)

Gedung serba guna terlihat dari samping yang masih belum diperbaiki akibat di terjang angin badai (foto|Rudiloca)


Gedung fakultas teknik informatika S1 (foto|Rudiloca)

Gedung Fakultas Pertanian (foto|Rudiloca)

Gedung fakultas Ilmu Hukum (foto|Rudiloca)

Gedung serba guna terlihat dari depan (foto|Rudiloca)

laporan : RH
Editor : Redaksi

Saturday, September 5, 2015

Demi Untuk Tinggal di Jerman, Para Migran Timteng Rela Ganti Agama

Unknown     11:34 AM  No comments
Demi Untuk Tinggal di Jerman, Para Migran Timteng Rela Ganti Agama

Demi meningkatkan peluang ditampung di negara baru, berbagai cara digunakan para pengungsi Timur Tengah yang tiba di Jerman. Salah satunya adalah mengganti agama mereka menjadi Kristen.

Salah satunya adalah Mohammed Ali Zonoobi yang baru saja resmi menjadi seorang pemeluk Kristen pada Jumat (4/9/2015), setelah dibabtis di sebuah gereja di Berlin, Jerman.

"Maukah kamu menjauhkan diri dari setan dan bujukan jahatnya?" ujar pastor Gottfried Martens sambil menyiramkan air suci ke kepala pengungsi asal Iran itu.

"Ya," kata Zonoobi menjawab pertanyaan sang pastor. Usai jawaban itu, pastor Gottfried kemudian memberikan berkat dan membabtis Zonoobi, yang kemudian juga mengganti namanya menjadi Martin.

Zonoobi, seorang tukang kayu dari Shiraz, Iran, tiba di Jerman bersama istri dan dua anaknya lima bulan lalu. Dia adalah satu dari ratusan pengungsi asal Iran dan Afganistan yang menjadi Kristen dalam beberapa waktu belakangan.

Sama seperti Zonoobi, saat ditanya alasan berganti agama, mereka mengaku telah menemukan kebenaran dalam ajaran Kristen. Namun, patut diduga alasan utama mereka menjadi Kristen adalah untuk memperbesar peluang ditampung di negeri dengan perekonomian terbesar di Eropa itu.

Gottfried Martens menyadari, berganti agama sangat terkait dengan masalah peluang para pengungsi itu tinggal di Jerman. Namun, bagi Gottfried, alasan mereka menjadi Kristen tak penting.

Sebenarnya menjadi Kristen tak menjamin para pengungsi itu bisa tinggal di Jerman. Apalagi, Kanselir Angela Merkel telah mengatakan bahwa umat Islam juga bagian dari Jerman.

Namun, bagi pengungsi Iran dan Afganistan menjadi Kristen bisa meningkatkan daya tawar mereka. Sebab, jika mereka dipulangkan mereka akan mendapatkan masalah karena sudah mengganti agama mereka.

Tentu saja, tak ada pengungsi yang mengaku mereka bersedia memeluk Kristen demi mendapatkan suaka di Jerman. Di sisi lain, beberapa dari pengungsi yang kini memeluk Kristen tak mau menyebutkan nama karena khawatir akan mendapat masalah di kampung halaman mereka.


Warga Suriah pasti diterima

Contoh lain adalah Vesam Heydari, juga asal Iran. Awalnya dia mencoba meminta suaka di Norwegia dan menjadi Kristen sejak 2009. Namun, permohonannya untuk tinggal di Norwegia ditolak karena pemerintah negeri itu tak percaya Vesam akan mengalami penindasan di Iran hanya karena dia beragama Kristen.

Ditolak di Norwegia, Vesam pindah ke Jerman untuk mendapatkan status pengungsi dan hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah Jerman. Dia mengkritik banyaknya pengungsi Iran yang menjadi Kristen karena akan mempersulit peluangnya.

"Sebagian besar orang Iran di sini berganti agama bukan karena masalah kepercayaan. Mereka hanya ingin tinggal di Jerman," ujar Vesam.

Di sisi lain, banjir umat baru ini membuat para pemuka agama seperti Gottfried Martens tersenyum, sebab beberapa tahun belakangan banyak gereja di Jerman terus kehilangan umatnya.

Sebagai contoh, umat gereja yang dikelola Marten dalam dua tahun terakhir terus menyusut jumlahnya hingga hanya tersisa 150 orang saya. Nah, dengan kedatangan para pengungsi, umat Martin langsung meningkat menjadi 600 orang.

Komunitas Kristen lain di Jerman, seperti gereja Lutheran di Hannover dan Rhineland, juga dikabarkan mengalami peningkatan umat, setelah banyak pengungsi Iran memeluk Kristen dalam beberapa waktu terakhir.

Jerman saat ini sedang menghadapi banjir gelombang pengungsi yang di luar dugaan. Hingga akhir tahun ini diperkirakan 800.000 orang pengungsi dari Timur Tengah, Afrika dan Asia akan "menyerbu" Jerman.

Saat ini yang dipastikan mendapatkan suaka di Jerman adalah warga Suriah yang negaranya diamuk perang. Sementara, peluang bagi warga Iran dan Afganistan yang situasi negaranya jauh lebih stabil untuk tinggal di Jerman tak terlalu bagus.


(sumber:kompas)

JK Nilai Budi Waseso Pantas Untuk Pimpin BNN

Unknown     11:28 AM  No comments
JK Nilai Budi Waseso Pantas Untuk Pimpin BNN



Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Komisaris Jenderal Budi Waseso layak memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN). Kalla berharap Budi bisa lebih banyak menangkap pelaku kejahatan narkotika.

"Kejahatan narkoba lebih banyak untuk ditangkap, jadi kan bagus di kelas sana," kata Kalla di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Menurut Kalla, Budi Waseso dipindahkan ke BNN dari jabatannya semula sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri bukan karena kinerjanya yang buruk. Kalla menganggap, pergeseran jabatan di internal kepolisian merupakan suatu hal yang wajar. Ia pun menepis anggapan adanya unsur politik di balik penggeseran jabatan Budi.

"Kemarin saya katakan, mutasi itu call of duty, itu biasa, di polisi, di PU (Pekerjaan Umum) juga biasa, di mana pun biasa. Menteri saja ditukar-tukar, apalagi polisi," tutur Kalla.

Presiden Jokowi sudah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Budi Waseso sebagai Kabareskrim dan mengangkatnya menjadi Kepala BNN. Posisi Budi Waseso diganti oleh Komjen Anang Iskandar yang sebelumnya memimpin BNN.

Menurut Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, Budi Waseso juga telah memiliki pengalaman yang cukup dalam upaya pemberantasan narkoba, apalagi narkoba saat ini menjadi prioritas pemerintah.

Sementara itu, terkait alasan penunjukan Anang, Kapolri tidak menjelaskan secara rinci. Dia hanya mengungkapkan bahwa Wanjakti Polri menyerahkan dua nama kepada Presiden Jokowi. Jokowi kemudian memilih Anang.


(sumber:kompas)

Thursday, September 3, 2015

Mahasiswa KKN Unsyiah Tinggalkan Gampong Dayah Keurako

Unknown     2:43 PM  No comments
Mahasiswa KKN Unsyiah P278 berpose bersama dengan
 masyarakat pada acara perlombaan
Sigli – Setelah pengabdian  selama satu bulan  dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) akhirnya mahasiswa  KKN P278 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh meninggalkan gampong Dayah Keurako yang merupakan tempat mereka mengabdi dan kembali ke kampus.

Perpisahan Mahasiswa KKN P278 dilaksanakan pada Rabu malam 2 Sepetember 2015 di halaman gampong Dayah Keurako. Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 Wib di awali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alqur’an, Shalawan Nabi, Sambutan Ketua kelompok KKN, sambutan Keuchik gampong, Penyampaian kesan dari keseluruhan peserta KKN, dan juga di hiburkan dengan qasidah – qasidah berlafas islam yang di nyanyikan oleh anak – anak gampong Dayah Keurako.

Tak hanya itu, peserta KKN P278 juga tak kalah saing dengan anak – anak gampong Dayah Keurako, mereka juga menyumbang beberapa lagu dimalam perpisahan itu, diantaranya lagu Maher Zain di nyanyikan oleh Putri rahmayanti mahasiswa tehnik sipil, dan juga banyak lagu lainnya yang dinyanyikan oleh mereka.

Ketua kelompok mahasiswa KKN P278, Fadhillah dalam sambutannya mengucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Dayah Keurako yang telah menerima mereka selama ini. Dan mereka juga sangat berkesan selama KKN di tempat tersebut dengan bertambahnya pengalaman – pengalaman baru yang tidak pernah mereka dapatkan di kampus.

“Teurimong geunaseh keu mandum masyarakat gampong Dayah keurako. Kami sangat bangga dan senang ketika masyarakat disini menerima kami untuk mengabdi ditempat ini, banyak ilmu – ilmu dan pengalaman yang kami dapat disini. Kami juga memohon maaf sebesar – besarnya bila ada kata kami, sikap kami yang tidak berkenan di hati bapak dan ibu, kami menyadari banyak kekurangan selama disini, tapi inilah yang dapat kami berikan kepada masyarakat disini, terutama buat adek – adek kami,” ujar mahasiswa teknik industry.

Acara perpisahan yang mengagetkan mereka saat hadir di halaman meunasah gampong, segala persiapan dilakukan oleh pemuda gampong tersebut, baik pemasangan tenda, menyusun kursi dan memasang soun system serta mengumumkan kepada seluruh masyarakat gampong untuk hadi ke meunasah.

“Kami tidak menyangka acara perpisahan kami seperti ini, sama sekali tidak menduga hingga besar seperti ini, kalau seperti ini persis sama seperti acara maulid besar, serba lengkap Cuma yang kurang pendakwahnya saja,” kata Fadhil.

Keuchik gampong Dayah Keurako Syarifuddin Is, dalam sambutannya mengatakan, kami juga sangat berterimakasih kepada anak – anak kami, yaitu mahasiswa KKN dari Unsyiah yang sudah mengabdi ditempat kami. Kami juga memohon maaf bila ada kata dan sikap kami yang tidak berkenan di hati anak – anak kami semua, karna kami juga masyarakat gampong yang rendah pendidikannya, kemudian dari segi tempat kami juga memohon maaf, mungkin hanya itu yang bisa kami sediakan.

Syarifuddin juga memberi semangat kepada para peserta KKN di Gampong tersebut agar terus berjuang di dalam pendidikan agar sukses semua. Terkait nilai untuk peserta KKN, Syarifuddin tidak pilih kasih.

“Masalah nilai Alhamdulillah saya berikan bagus – bagus semua, karna saya tidak meng anak tiri dan kandung kan, bagi saya kalian sama semua,” kata Syarifuddin.

Di akhir sambutan Keuchik Gampong Dayah keurako ditutupi dengan panton yang mencantumkan nama kuta raja, dan di apresiasi oleh ratusan pengunjung yang hadir pada acara itu.

Setelah sambutan Keuchik, di hiburlah dengan qasidah yang dinyanyikan oleh Zahra, Ahyar, fandi, Nurul, Nadia, Putri, Annisa, dan juga semua peserta KKN. Namun yang paling menarik disitu, Arrahman selaku mewakili kepala dusun juga turut menyumbang dua lagu lama hingga menghipnotis semua pengunjung tertawa lebar.

Ahkhir dari qasidah dilanjutkan dengan penampilan album kegiatan selama satu bulan mengabdi di gampong Dayah Keurako yang di sorot dengan infocus yang telah disediakan oleh pemuda gampong.

Penjelasan tentang album kegiatan tersebut langsung di pandukan oleh pembawa acara yaitu Rudiloca. Di penghujung acara perpisahan tersebut di tutup dengan doa yang di baca langsung oleh Tgk Harun.

Amatan suaraunigha di tempat kegiatan sempat terjadi macet arus lalu lintas dikarnakan para pengunjung dari desa lain juga banyak yang duduk di atas motor miliknya akibat di halaman menasah sudah penuh.


Dengan berakhirnya doa, maka berakhir pula acara tersebut pada pukul 23.30 Wib.

Adakan Perlombaan, Pemuda DK Jalin Kerja Sama Dengan Mahasiswa KKN P278

Unknown     12:27 PM  No comments
foto bersama usai pembagian hadiah kepada para pemenang
Sigli – Pemuda gampong Dayah Keurako (DK) Lhok kaju, kecamatan Indrajaya Pidie mengadakan perlombaan bola dangdut untuk anak – anak tingkat SD dan SMP di lapangan kampung setempat pada Minggu, 30 Agustus 2015.

Kegiatan yang mengusung tema “Ceriakan generasi kita” itu, juga bekerja sama dengan mahasiswa dari universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang sedang melakukan pengabdian atau kuliah kerja nyata (KKN) di gampong Dayah Keurako. Kegiatan yang mengbiskan waktu setengah hari itu juga di indahkan dengan kegiatan donor darah yang didatangi langsung oleh palang merah Indonesia (PMI) kabupaten Pidie.

Menurut ketua panitia, M.Rizal Kasem kepada suaraunigha mengatakan kegiatan tersebut untuk menceriakan generasi penerus lewat hiburan dan perlombaan untuk anak – anak di Lhok kaju, khususnya anak – anak di Dayah keurako.

“ acara ini sebagai hiburan untuk masyarak gampong, dan terutama menceriakan generasi kita lewat perlombaan – perlombaan yang kita buat, dan juga sekaligus perpisahan dengan mahasiswa KKN di tempat kami,” kata Rizal.

Hal yang sama juga dikatakan oleh ketua kelompok mahasiswa KKN P278 di gampong Dayah Keurako, Fhadil sangat setuju dengan program yang sudah di konsep oleh pemuda gampong Dayah keurako yang mendukung mereka hingga di datangi PMI Pidie untuk melakukan donor darah di acara tersebut.

“kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Dayah keurako yang sudah bekerja sama dengan kita untuk menyukseskan acara yang seperti ini, karna secara kelompok kami tidak sanggup melakukan acara seperti ini, kecuali kami gabungkan se kemukiman Lhok kaju, ujar Fhadil.”

Tak hanya bola dangdut yang diperlombakan pada acara “Ceriakan generasi kita”, tapi juga ada perlombaan balap Goni, balap bawa balon khusus cewek, dan bermacam – macam permainan lainnya. Acara tersebut juga di sponsori oleh Perabot Limitet Club, Iwan Cell, dan Jupiter Club Sigli (JPC), dan Rudiloca diturunkan sebagai MC.

Pantauan dilapangan saat acara sedang dimulai, sempat terjadi macet arus lalu lintas, namun setelah tim pengamanan jalan mengatasinya maka arus lalu lintas kembali berjalan normal.

Editor  : RH

Monday, June 8, 2015

Raja Siuroe

Unknown     10:54 AM  No comments
Rudiloca di payungi oleh ustad Riza
Ternyata menyandang gelar seorang suami itu tidak semudah kita balik telapak tangan. Banyak hal dan rintangan yang harus kita lewati melalui proses - proses yang menjadi tantangan bagi kita kaum laki - laki. Persiapan yang matang diutamakan untuk menuju ke pernikahan, terutama iman, nafkah lahir dan batin, serta kedewasaan agar tumbuh rasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Raja si uroe (raja satu hari - red) impian mayoritas kaum laki - laki. Suatu ketika pada sebuah acara persepsi sepupu, saya mencoba menjadi raja si uroe kw kw-an. Hal itu terjadi dengan semudahnya, tanpa ada rasa malu saya langsung mengenakan pakaian adat Aceh yang telah dipakai oleh suami sepupu saya pada saat itu. Kemudian adegan foto - foto pun ku ikuti dengan bermacam gaya, baik berfoto dengan orang tua saya, keluarga bahkan dengan pacar sendiri di atas pelaminan.

Yang lebih parah lagi, meskipun terlihat konyol namun moment tersebut membuat rekan - rekan bertanya - tanya, apakah itu benar atau tidak ? Adegan foto seakan - akan saya sedang di antar masuk kedalam rumah dara baro yang di payungi oleh seorang tgk (ustad) tersebut membuat sebagian orang yakin bahwa kalau saya sudah menuju kepelaminan. Banyak kawan - kawan saya memberi ucapan selamat lewat facebook dan black berry mesager (BBM).

Sudah saya coba menjadi raja si uroe meski kw kw - an. Namun untuk menjadi raja si uroe yang sebenarnya tak semudah yang saya lakukan itu, asal sudah mengenakan pakaia adat. Akan tetapi untuk menjadikan raja si uroe butuh persiapan yang matang.

Sebelum kita jadi raja si uroe, terlebih dahulu kita mempersiapkan Iman agar kita bisa memimpin rumah tangga nantinya, kemudian memilih istri juga bukan sembarangan seperti kita belanja di pasar, butuh proses pendekatan antara keluarga kita dengan keluarga calon istri. kemudian matangkan usia kita, agar benar bertanggung jawab terhadad keluarga nantinya, sanggup memberi nafkah lahir dan batin. butuh dana atau biaya yang banyak apabila kita buat acara resepsi perkawinan. Anggaran biaya dari pertunanganan sudah mulai menguras dompet kita kaum laki. Kemudian pernikahan dan hingga ke acara resepsi nantinya. 

Namun di dalam islam tidak di wajibkan untuk harus bersandingan di atas pelaminan. menggelar acara persepsi perkawinan itu bagi yang mampu saja. syarat untuk mengesahkan yang haram itu menjadi halal hanya ada beberapa syarat, yaitu adanya laki - laki dan perempuan, adanya wali, adanya mahar, adanya hijab dan qabul, dan adanya penghulu, itu saja, sangat simple.

Raja siuroe merupakan satu kehormatan bagi laki - laki, karena di dampingi oleh orang - orang lain diantar sama - sama kerumah kaum wanita. Itulah yang dinamakan raja siuroe.


Sebatang Pohon Cinta

Unknown     9:56 AM  No comments
Gambar Google
Seandainya aku bisa memetik bintang maka akan kupersembahkan bintang itu untukmu seorang. Tidak ada yang lain di hati ini. Masih ingatkah kamu dengan motto aku  yang pernah aku katakan padamu waktu itu ? Ingatanmu luar biasa, aku yakin kamu pasti ingat dengan motto aku itu. Meskipun demikian, agar motto aku lebih tertanam lagi di hatimu maka aku tulis kembali di kertas putih ini dengan coretan tinta hitam, " langkahku boleh beribu - ribu, namun cinta dan hatiku hanya untukmu."

Keindahan disaat malam tiba hanya karena adanya bulan dan bintang, begitu juga dengan keindahan siang, matahari yang menyinari dunia ini. Begitu terang cahaya bulan yang di kelilingin oleh bintang, dan begitu panas terikan matahari yang menyinari bumi ini. 

Wajahmu cantik menebarkan pesonaku saat senyuman manismu menghapiriku, rasanya seperti angin yang halus menusuk jiwa dan ragaku. Hatiku terguncang mendengar sapaanmu yang penuh dengan keunikan yang tak mudah orang - orang menebakmu, sebenarnya bagaimana kamu itu?

Kamu hadir di dalam hatiku, dengan sopan dan penuh kelembutan. Aku merasa dingin dan damai saat pertama kamu hadir dengan salam pembuka yaitu senyuman manismu. Tak kusangka dan bahkan membuat orang lain yang mengenal kita heran dengan terjalinnya hubungan kita. Kamu datang membawakan cinta di hatiku hingga aku terasa adem dengan siraman kasih dan sayang mu kepadaku.

Kamu tanamkan pohon - pohon cintamu dihatiku, dan kamu berpesan untuk merawatnya dengan baik. Di setiap daun - daun tertulis kata - kata "tulus kamu mencintaiku," di dahan pohon juga kamu ukir dengan tlisan kecil yang mengingatkan aku selalu padamu, yaitu "kasih dan sayangmu" hanya untukku. Indahnya lagi di batang pohon kamu ukir kata "cintamu hanya untukku."

Disebaliknya, aku juga tidak hanya menerima begitu saja pohon cinta yang kamu tanam dihatiku, aku akan selalu ingat atas pesanmu padaku. Akan kurawat dengan baik tanaman pohon yang kamu tanam, dan juga kusirami dengan kasih sayangku, kupupuk dengan kesetiaanku, kupagar dengan cinta yang tulus dari hati kecilku. Ranting - ranting belaian kasih sayangku selalu untukmu, tali - tali kecil cintaku akan ku ikat pagar "cinta" agar kumbang lain tau bahwa tanaman pohon cinta itu aku yang menjaga dan merawatnya.

Semakin hari tanaman itu semakin besar, daun - daunnya juga semakin subur, bahkan dahannya juga semakin banyak. Kita sadar, setiap pohon pasti ada patah dahannya dan jatuh daunnya. Retakan kulit batang pohon pun juga demikian, meskipun kita rawan dan kita jaga dengan baik. Namun di balik jatuhnya dau juga akan keluar daun - daun yang baru, dahannya juga demikian, akan keluar dahan - dahan lain yang bercabang - cabang, begitu juga dengan kulit batang pohon yang baru.

Aku dan kamu kini sama - sama punya rasa tanggung jawab atas pohon cinta, baik menjaganya, menyiraminya, memupuknya dan bahkan melindungingan dari angin - angin badai yang ingin menjatuhkan pohon cinta kita. 

Bersambung...........!!!


Monday, February 23, 2015

SSL Undurkan Jadwal Voice Compotition

Unknown     8:43 AM  No comments


Sigli – Sanggar Seni Leguna (SSL) Universitas Jabal Ghafur (Unigha) menunda acara Voice Competition (VC) dikarnakan terkendala beberapa hal yang tidak bisa dipungkiri.  Acara yang direncanakan sebelumnya pada Sabtu, 3 Januari 2015, akan diadakan kembali pada  4 Maret mendatang.

Ketua Panitia, Adila Ulanda, Senin (23/02/2015) kepada Suaraunigha.co mengatakan persiapan untuk Voice Copetition sudah hampir rampung, meskipun sempat di undurkan dengan waktu yang lama. Di undurnya acara tersebut dikarnakan beberapa hal, baik segi persiapan tempat, dewan juri, dan lain – lain.

“Sebenarnya acara ini sudah dinanti – nantikan oleh para peserta yang sudah mendaftar, namun akibat terkendala beberapa hal terpaksa kami undurkan pada 4 Maret mendatang,” kata Dila.

Diundurnya waktu pelaksana kegiatan tersebut mendapat kesempatan kedua bagi mahasiswa/I yang belum mendaftar pada masa pendaftaran pertama. Meskipun persiapan untuk peserta tinggal dihitung harinya.

“Kami undurkan waktu pelaksana ini bisa di ambil kesempatan bagi mahasiswa/I yang belum mendapat formulir pada masa pendaftaran sebelumnya. Namun persiapan untuk tampil dipentas tinggal menghitung hari beda dengan peserta yang duluan mendaftar pada tahap pertama yang mungkin sudah matang,” ujarnya lagi.

Categori yang diperlombakan untuk pria : Butiran Debu (Rumor), Simponi Rindu (Once), Negri Indah (Adera), Aku yang Tersakiti, Bukan Rayuan Gombal (Judika), Selimut Tetangga, Sandiwara Cinta (Republik), Takpernah Padam (Sandisandoro), Harus Terpisah (Cakrakhan), Terimakasih cinta, Panah Asmara (Afghan), dan Demi Cinta (Kerispatih).

Sedangkan Categori untuk wanita : Apalah Arti Menunggu (Raisa), Matahariku, Karna Kusanggup (Agnes Monica), Karena kucinta Kau (BCL), Pelan – Pelan Saja (Kotak), Lumpuhkan Ingatanku (Geisya), Aku Pasti Bisa (Citra), Memilih Setia (Fatin), Hati yang Tersakiti (Rossa).

Bagi peserta yang mengikuti Voice Competition tersebut disediakan sertifikat dan bagi pemenang akan diberi Trophy dan uang tunai.


Bagi anda mahasiswa/I Unigha yang hobby bernyanyi, masih ada kesempatan untuk anda mengambil dan mengisi formulir untuk berpartispasi dalam ajang bergengsi ini. Pendaftaran selambat – lambatnya sampai dengan 2 Maret 2015 yang bertempat di sekretariat Sanggar Seni Leguna (SSL) Jln. Glee Gapui Komplek kampus Unigha Sigli. (RL)

Protes Pernyataan Abbott, Koalisi Pro Indonesia Kumpulkan Koin untuk Australia

Unknown     6:30 AM  No comments


Suaraunigha.co - Jakarta - Sekelompok masyarakat yang menamakan diri Koalisi Pro Indonesia menggelar aksi 'Coin for Australia' atau uang koin untuk Australia di Bundaran Hotel Indonesia Minggu (22/2). Koordinator aksi Andi Sinulingga menjelaskan, aksi pengumpulan koin ini digelar sebagai bentuk protes terhadap penyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan negaranya kepada Indonesia saat musibah tsunami Aceh. Aksi juga dimaksudkan untuk mendukung pemerintah agar mengambil sikap tegas terhadap Australia demi membela harkat dan martabat bangsa Indonesia. 
"Menyampaikan protes keras terhadap pernyataan Abbott. Terkait warganya yang hendak dihukum mati karena kasus narkoba, dimana ia membangkit-bangkit bantuan terhadap korban bantuan bencana tsunami di Aceh. Mereka juga mengancam untuk memboikot pariwisata kita. Ini protes keras kita terhadap pernyataan Abbott yang menurut pandangan kita tidak patut terhadap praktek komunikasi politik hubungan antar negara," kata Andi. 
Andi mengatakan pengumpulan koin serentak di berbagai kota dan daerah di Indonesia untuk mengembalikan bantuan yang pernah diberikan oleh Australia kepada Indonesia. Andi juga berharap agar Presiden Joko Widodo segera mengambil tindakan dan tetap konsisten dengan hukuman mati terhadap seluruh gembong narkoba
Menurut Andi, Indonesia tidak perlu takut kepada Australia. Andi menilai Abbott seharusnya dapat menghormati hukum yang berlaku disuatu negara.
Beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah penundaan eksekusi mati 2 warganegara Australia terjadi karena bujukan dari pemerintah Australia. Menurut Presiden penundaan eksekusi mati dilakukan karena ada hal tekhnis. Sementara Jusuf Kalla mengatakan telah dihubungi Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop yang menjelaskan ada salah pengertian dari pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott.
"Menlu Bishop menjelaskan sambil menyesalkan salah pengertian itu. Perdana Menteri mereka sebenarnya ingin mengatakan sejak dulu hubungan Indonesia dengan Australia bagus. Termasuk saat Tsunami partisipasi Australia baik. Ini juga dimaksudkan Australia ingin melanjutkan itu. Baik kerjasama di bidang ekonomi, pertahanan dan juga sama-sama memerangi narkoba," kata Jusuf Kalla. 
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Rabu (18/2), mendesak Indonesia untuk mengingat kontribusi besar Canberra dalam bantuan setelah tsunami dahsyat tahun 2004. Ia meminta Indonesia membayar kemurahan hati itu dengan membatalkan eksekusi dua warganya yang divonis mati dalam kasus perdagangan narkoba di Bali.
Pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa 2 orang warga Australia, Andrew Chan (31 tahun) dan Myuran Sukumaran (33 tahun), pemimpin kelompok perdagangan narkoba yang disebut Bali Nine, akan berada di antara kelompok narapidana berikutnya yang akan menghadapi regu tembak.
(http://www.voaindonesia.com/)

Saturday, February 21, 2015

Secercah Harapan di Bukit Giyanti

Unknown     2:11 AM  No comments
Karya: Satria Akbar (Mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Unigha Sigli Aceh)

Mentari pagi mulai terbit di balik bukit, tetesan embun masih membekas di atas rerumputan, itik - itik mulai berjalan sembari berbaris dengan berbondong-bondong menuju persawahan untuk mencari makanan. burung-burung pun mulai bersiul-siul di atas pohon seakan- akan sedang bernyanyi menyambut pagi yang cerah. Rumahku memang terletak di pinggiran sawah yang tak jauh dari perbukitan.Seperti biasa setiap paginya aku menikmati secangkir kopi dengan pemandangan yang membuat hatiku damai. Setelah menikmati secangkir kopi aku beranjak menuju sumur yang tak jauh dari rumahku dan kemudian aku mulai menimba air untuk memandikan ibuku yang sudah sejak dua tahun terakhir menderita lumpuh. Namaku Akbar, aku merupakan anak tunggal dan aku menjadi tumpuan keluarga semenjak ayahku meninggal dunia kecelakaan empat tahun silam, ayahku merupakan supir di sebuah perusahaan kosmetik. setelah ayahku meninggal ibuku mulai menggeluti pekerjaan sebagai pencuci baju yang menerima upah hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Karena keterbatasan ekonomi tersebut aku pun membuat keputusan untuk berhenti kuliah dan mulai bekerja sebagai tukang kebun untuk meringankan beban orang tuaku.

Namun dua tahun yang lalu ibuku jatuh pingsan ketika sedang menjemur baju yang di cucinya di halaman rumahku dan kemudian ibuku menderita lumpuh total. Semenjak itulah aku mulai bekerja keras untuk membiayai pengobatan beliau, aku tidak pernah berputus asa karena aku tau semua penyakit pasti ada obatnya kecuali maut. Itu yang sering ku dengar di balai pengajian dimana aku menuntut ilmu agama. Setelah memandikan dan menyuapi makanan untuk ibuku aku pamitan untuk berangkat kerja. Aku pun langsung beranjak menuju rumah haji Nasruddin, aku bekerja sebagai tukang kebun di rumah beliau. Aku berjalan menyusuri pematang sawah, dengan pakaian yang sudah lusuh dan kerah yang tadinya berwarna biru memudar menjadi putih mungkin karena sudah setahun lebih dan setiap hari aku memakainya.  Tak lama kemudian aku pun sampai di rumah haji Nasruddin, seperti biasa aku langsung ke gudang dan mengambil perkakas dan mulai merapikan rumput. Tak pernah ku sangka dalam hidupku bahwa hari itu akan merubah hidupku selamanya. Iya hari itu haji nasruddin kedatangan tamu dari kota, seorang gadis cantik jelita yang merupakan kemenakannya. Disa namanya, gadis berwajah oval dan sangat menarik ini merupakan seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di kota. Wajahnya yang ayu tersebut membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Senyum tipis di balik lesung pipinya tersebut membuat hati ini bergetar.

Sungguh perasaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Hari itu aku pulang dengan hati yang sangat senang dan terkadang aku tersenyum-senyum sendiri dan hal ini membuat ibuku heran danmulai bertanya apa gerangan yang membuatku segitu gembiranya. Namun aku hanya tersenyum mencoba menyembunyikan ini semua karena hal ini membuatku sedikit malu mengutarakannnya kepada ibuku. Keesokan harinya aku berangkat kerumah haji Nasruddin dengan penuh semangat karena aku ingin melihat senyuman manis yang membuatku tak bisa tidur semalaman. Setibanya aku di rumah haji Nasruddin kulihat seseorang sedang menyirami bunga di taman, “tidak salah lagi,ini pasti gadis cantik yang aku lihat kemarin.” Gumamku dalam hati. Kemudian aku bergegas menuju gudang, namun baru beberapa langkah aku berjalan, ada seseorang yang menarik lenganku seraya berkata “ mas, tolong lihat ada dahan anggrek yang sudah patah”, aku menoleh dan kemudian aku tertegun, ternyata Disa gadis yang aku dambakan sudah berada tepat di depanku. “Ya Allah apa yang harus kukatakan, mulutku terkunci rapat. Tak ada satu patah katapun yang dapat aku katakan, jantungku berdegup kencang seperti gendang di malam takbiran”.Kemudian dengan terbata-bata aku berkata “ke..ke..”, belum sempat aku menjawab Disa menarik lenganku menuju anggrek yang patah tadi. “lihatlah anggrek ini mas”. Kuperiksa anggrek tersebut, dahannya memang patah. “oh ini karena hujan lebat semalam mbak , tapi tidak apa-apa mbak, nanti tunas baru akan muncul”jawabku dengan penuh keyakinan. Dari kejadian ini aku tahu Disa sangat menyukai anggrek, setiap hari Disa menemaniku menyiram anggrek dan akupun sudah tidak canggung lagi dengannya.

Hari berganti hari hubunganku dan Disa pun semakin erat dan tibalah suatu hari dimana hari itu merupakan hari istimewa buat Disa, iya hari itu Disa berulang tahun. Kulihat rumah haji Nasruddin dipenuhi oleh tamu undangan dan banyak sekali mobil yang di parkirkan di halaman sehingga hari itu aku tidak bekerja, aku datang kerumah haji Nasruddin hari itu sebagai tamu yang di undang oleh Disa. Banyak tamu datang dari kota itu terlihat dari setelan jas yang mereka kenakan. Aku datang dengan pakaian dan sepatu butut peninggalan ayahku dulu, tapi itu tak membuatku malu. Aku masuk kedalam rumah dan kulihat Disa sangat anggun mengenakan blouse panjang berwarna merah, Disa  tersenyum melihat kehadiranku dan kemudian menghampiriku. “kenapa baru tiba sekarang ?”tanyanya.“oh, tadi di jalan macet” gurauku dengan senyum sarkastik. “Ah kamu bisa ajabar”. Kata Disa sambil mencubit lenganku. Setelah acara potong kue selesai aku beranjak pulang, baru beberapa langkah aku keluar dari halaman rumah haji Nasruddin kulihat Disa memanggil namaku dengan berlari kecil di belakangku.“kamu mau kemana bar?” tanya Disa. “Aku mau pulang Dis” jawabku. “janjinya  kamu mau ajak aku ke bukit Giyanti.” Tuntut Disa. Oh iya aku hampir lupa kalau aku pernah berjanji di hari ulang tahun Disa aku akan mengajaknya kebukit Giyanti untuk melihat anggrek hutan yang tumbuh di bukit tersebut.“Mm..tapikan masih ada tamu di rumah.” Elakku. Tapi Disa tetap memaksakan kehendak  ingin ke bukit Giyanti. “Aku tidak peduli dengan orang lain , aku hanya ingin melihat Anggrek-anggrek hutan itu, mungkin hanya kali ini kesempatan yang aku miliki. “ya sudah , ayo kita pergi” ajakku.

Setelah menempuh perjalanan kira-kira dua jam dengan berjalan kaki, akhirnya aku dan Disa tiba di bukit Giyanti.Kukatakan kepada Disa di bawah pohon besar itulah anggrek-anggrek hutan tumbuh.Dengan penuh semangat Disa berjalan menuju pohon besar itu berada tanpa memperdulikan rasa capek ketika mendaki tadi. Setibanya di bawah pohon besar itu Disa kegirangan melihat anggrek-anggrek yang tumbuh berjejer bak sebuah taman. Disa sangat bahagia, tidak pernah aku melihat Disa sebahagia ini. Disa berjalan diantara anggrek-anggrek itu sedangkan aku memilih duduk di bawah pohon besar dengan perasaan senang karena telah menepati janjiku. Setelah puas melihat keindahan anggrek-anggrek tersebut Disa datang menghampiri dan duduk disebelahku. Kemudian Disa berkata “Terimakasih bar, ini merupakan kado terindah di hari ulang tahunku.” Dan aku pun tersenyum. “Kamu tahu bar kenapa aku sangat menyukai  anggrek-anggrek hutan ini?”ujar Disa. Aku memandang ke arah Disa dengan wajah penasaran seakan-akan ingin cepat-cepat mengetahui alasan disa menyukai bunga anggrek – anggrek tersebut,kemudian aku bertanya kenapa. “Coba lihat anggrek-anggrek itu bar, mereka tumbuh untuk menambahkan warna-warni di dunia ini dengan keindahan mereka.
Mereka tidak peduli jikasuatu hari, baik itu besok, lusa, atau kapanpun mereka akan musnah, Mereka tetap akan tersenyum dan menaburkan keindahan di dunia ini”. Aku terpana mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Disa. Setelah itu akupun mengajak Disa pulang karena hari pun sudah senja. Di perjalanan aku memikirkan kata-kata yangDisa ucapkan tadi, sungguh dalam memang pandangannya terhadap bunga Anggrek.Sesampainya di depan pagar rumah haji Nasruddin, langkah terhenti dan kemudian Disa berbalik ke arahku. “Kenapa Dis, ada yang ketinggalan?” tanyaku. “tidak bar, aku hanya sangat bahagia hari ini karena kamu telah membawaku  ke tempat paling indah di dunia ini”. Jawab Disa sambil menyeka tetesan air mata yang mulai menitik di pipinya. Aku heran dengan situasi seperti ini, lalu kugenggam tangan Disa dan kutanya “kenapa engkau menangis Disa, apa aku menyakitimu?”. Namun Disa tidak menjawabnya,dalam keheningan itu Disa kemudian berkata “Aku sayang kamu bar”. Kemudian Disa berbalik dan berjalan masuk ke rumah pamannya. Aku masih terdiam kaku dan bingung di tempat semula. Aku tak percaya dengan kata-kata yang baru saja Disa ucapkan. Di dalam kebingunganku itu aku berjalan pulang kerumahku.

Malamnya aku termenung sembari memikirkan kejadian di luar dugaanku tadi sore, perasaan bingung bercampur senang itu yang kurasakan saat ini. Di satu sisi aku senang  ternyata Disa juga sayang padaku, namun disisi lainnya aku bingung kenapa Disa menangis. Hingga ayam berkokok aku masih belum sempat memejamkan mataku. Dengan kepala yang masih sedikit pening aku beranjak dari alas tempat tidurku menuju sumur mengambil whudu’ dan kemudian menunaikan shalat subuh. Setelah selesai ibu kemudian memanggilku dan berkata“Nak, hari ini pulang cepat ya, ada sesuatu hal yang ingin ibu sampaikan”. Iyabu jawabku. Setelah semuanya selesai akupun berangkat menuju rumah haji Nasruddin, maksud hati ingin bertemu dengan Disa dan mengungkapkan perasaan kupadanya, namun sesampainya disana aku di buat bingung oleh situasi. Bagaimana tidak Disa sudah tidak ada lagi dirumah haji Nasruddin. Kuberanikan diri untuk bertanya kepada haji Nasruddin, namun haji nasruddin mengatakan bahwa tidak ada gadis bernama Disa yang tinggal di rumahnya selama ini. Akupun mulai emosi dan berkata kepada haji Nasruddin untuk tidak mempermainkanku, kemudian haji nasruddin memberikan aku kebebasan untuk memeriksa rumahnya jika aku tidak percaya, kemudian akupun memeriksa rumah tersebut.
Setelah sekian lamanya aku memeriksa, namun Disa juga tidak kutemukan. Dengan perasaan heran ditambah jengkel akupun pergi dari rumah haji Nasruddin. Aku heran kenapa haji Nasruddin mengatakan bahwa tidak gadis di rumahnya, kan tidak mungkin Disa itu hantu, “Ah kenapa aku berpikir-pikir yang enggak-enggak, aku berpikir secara logika,tidak ada hantu di dunia ini”. Gumamku.
Dengan perasaan yang tak menentu akupun pulang, di tengah perjalanan pulang aku melihat seseorang berlari ke arahku dengan memanggil namaku, “Akbar..Akbar..”. Kuperhatikan sosok yang memanggilku tersebut dan kemudian akupun melihat dengan jelas ternyata orang tersebut adalah Cik Munah. Beliau merupakan tetanggaku yang sangat baik, jika aku tidak ada dirumah beliau lah yang sering menjaga ibuku. Dengan terengah-engah beliau berlari ke arahku dan berkata“Akbar cepat pulang kerumah, ibumu..” belum selesai Cik Munah  berujar akupun langsung berlari dan disusul Cik Munah di belakang. Sesampainya di rumah aku melihat banyak orang sudah dirumahku, aku masuk ke dalam dan kulihat seluruh tubuh ibuku sudah di tutup dengan kain. Aku tak dapat menahan tangisku ketika itu, seluruh tubuhku lemas dan aku tersungkur tak kuasa menahan kesedihan. Aku menyesal karena tidak bisa memenuhi permintaan terakhir ibuku. Setelah pemakaman ibuku selesai, aku pulang dengan perasaan yang sangat rapuh. Setiap malam aku hanya memandangi alas tempat tidur, terkadang air mataku jatuh tanpa kusadari.

Tiga hari berlalu semenjak meninggalnya ibuku aku masih di selimuti kesedihan yang amat sangat mendalam.Kemudian datanglah haji Nasrudin kerumahku dan beliau menceritakan kejadian yang sesungguhnya bahwa sebenarnya Disa itu memang kemenakannya dan kemudian dia mengatakan bahwa Disa menderita penyakit kanker otak stadium akhir, malam itu ketika Disa meninggalkanku masuk kerumah pamannya, Disa menangis dan membuat kesepakatan dengan  pamannya untuk menyangkal keberadaannya dirumah itu. Dia tidak ingin aku sedih dengan keadaannya, dia hanya ingin semua orang tersenyum di sisa akhir hayatnya.Setelah membuat kesepakatan dengan pamannya Disa kemudian jatuh pingsan dan pamannya pun langsung menghubungi ayahnya untuk segera menjemput dan membawanya kerumah sakit malam itu juga. Paginya harinya Disa meninggal dengan wajah tersenyum dan dia meninggalkan sepucuk surat singkat yang di tujukan untukku.Setelah menceritakan semuanya haji Nasruddin kemudian menyerahkan surat tersebut kepadaku.

Perlahan kubuka surat itu dan aku mulai membacanya di  dalam hati “Akbar, Disa tahu kalau disa salah karena sudah berbohong, namun apadaya Disa tidak bisa melihat kesedihan di wajah Akbar. Tak sanggup Disa melihat semua itu, maafkan disa jika keputusan ini membuat Akbar terluka, Disa hanya ingin seperti Anggrek di hutan, meskipun akan segera hilang dari muka bumi ini namun ia tidak pernah berhenti menaburkan keindahan untuk dunia ini”.  Aku menangis tanpa hentinya, entah berapa lama aku menangis tanpa kusadari haji Nasruddin pun sudah tidak ada lagi didepanku. Perasaanku hancur berkeping-keping, aku telah kehilangan dua orang yang sangat aku cintai. Harapanku hilang sudah, ingin rasanya aku pergi dari dunia ini menyusul Ibu dan juga Disa.

Akhirnya kuputuskan untuk pergi meninggalkan desaku ini, aku ingin hidup di bukit Giyanti. Aku berangkat menuju bukit Giyanti akan ku mulai hidup baru dimana aku akan tinggal disana selamanya. Akan penuhi bukit itu dengan tanaman anggrek agar dunia ini menjadi indah seperti harapan Disa. Dua tahun lebih aku sudah hidup di bukit Giyanti dan sekarang bukit itu sudah di penuhi oleh tanaman anggrek, dan sekarang orang-orang lebih mengenal bukit Giyanti dengan sebutan bukit anggrek. Setiap hari banyak orang yang datang ingin melihat keindahan anggrek di taman anggrek terbesar yang pernah ada. Aku menghabiskan sisa hidupku di bukit anggrek dengan kenangan ibuku dan juga Kenangan Disa yang selalu melekat di hatiku. Aku berjanji akan hidup seperti bunga anggrek.


Text Widget

Recent news

About Us