![]() |
| Pemain Rapa i griempheng Dayah Keurako tampil di acara pesta di Gampong setempat (foto|Joni J) |
Sigli - Berbicara kesenian tidak terlepas jua dari Rapa i Griempheng yang selama ini sudah mulai terdengar kembali "tang keucang kaleeng, pruek - pruek preeng" di gampong Dayah keurako kemukiman Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya Pidie. Rapa i keuneubah endatu tersebut kini mulai di aktif kembali oleh generasi muda gampong tersebut setelah lama tidak di fungsikan lagi akibat tidak ada yang hiraukan.
Rapa i yang kini sisa hanya cukup untuk sepuluh orang pemain itu dapat menerobos suara hinga ke kemukiman lain saat acara latihan di mulai. Para masyarakat sangat antusias melihat generasi muda Dayah keurako yang melakukan latihan setiap malam mulai pukul 22.00 s/d 24.00, kecuali malam Jum'at di liburkan.
Menurut salah satu pemain Rapa i, M.Rizal kepada suaraunigha.co mengatakan, mereka berlatihan Rapa i Griempheng selama ini karna untuk meneruskan kesenian yang sudah ada dari sejak leluhur. namun sepat vakum sudah beberapa tahun akibat beberapa orang "syeh" dari anggota Rapa i tersebut sudah menghadap sang khalid.
"Ini suatu tanggung jawab kami sebagai generasi untuk meneruskan kesenian di gampong Dayah Keurako. Alhamdulillah kami sudah aktif kembali untuk latihan Rapai secara rutin, meskipun beberapa anggota kami sudah tiada, terutama para "syeh" terdahulu yang telah tiada," kata Rizal.
Disinggung menganai "syeh" saat ini, Rizal menyebutkan beberapa anggota muda yang sudah latihan rutin kini sudah bisa memimpin sebagai "syeh", di antaranya Bukhari, Muzakir dan Riki.
"kami sudah ada "syeh" yang baru dan sangat muda, yaitu Riki," ujar Rizal.
Muhammad Syahril juga mengatakan, meskipun Rapa i tinggal sedikit namun tidak mengurangi semangat latihan bagi mereka apalagi masyarakat sangat mendukung kesenian tersebut. Menurutnya, Rapa i Griempheng tersebut berjumlah banyak, namun akibat vakum beberapa tahun dan kehilangan "syeh" Rapai tersebut mulai rusak dan tidak ada yang perbaiki lagi.
"Semangat kami sangat tinggi meskipun Rapa i tinggal sedikit, tapi kami berusaha agar kedepan bertambah kembali Rapa i agar bisa di mainkan oleh semua generasi jangan seperti ini harus menunggu sebahagian," kata Syahril.
Lanjutnya lagi, Masyarakat Dayah keurako sangat berharap perhatian dari dinas kebudayaan untuk membantu mereka dalam menambahkan Rapa i dan baju khusus untuk pemain Rapa i agar saat tampil di tempat - tempat acara punya baju seragam.
"Dulu kami sangat lengkap baik segi Rapa i maupun baju seragam, namun kini semua sudah tiada apalagi baju yang sudah menjadi makanan tikus," kata mahasiswa Unigha itu.
Rapa i Griempheng Dayah keurako juga pernah mengharumkan nama Pidie khususnya dan umumnya Aceh saat tampil di Jakarta pada era tahun 80 an.
laporan : RH
Editor : Redaksi





0 komentar :