Facebook Twitter Google RSS
Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Saturday, June 25, 2016

KELUARGA BESAR FIA UNIGHA SANTUNI BELASAN ANAK YATIM

Unknown     11:37 AM  No comments
Berpose bersama anak yatim usai santunan (foto:Rudiloca)
Sigli- Ratusan mahasiswa dan alumni serta dosen pengajar di lingkungan fakultas ilmu administrasi universitas jabal ghafur mengadakan acara buka puasa bersama dengan anak yatim di warung pak ulis.

Kegiatan tersebut merupakan ajang tahunan yang selalu diadakan oleh mahasiswa FIA di bulan suci ramadhan yang turut mengundang alumni dan dosen pengajar di FIA.

Ketua panitia pelaksana, mawardi kepada wartawan mengatakan kegiatan buka puasa bersama dan menyantuni anak yatim yang dilakukan secara turun menurun dari alumni hingga ke generasi yang kini.

"ini sudah kita tentukan sebagai kegiatan ruti setiap tahun di bulan ramadhan, kita mengundang alumni, dosen serta pihak rektorat kampus Unigha, seperti hari ini rektor, kepala biro kemahasiswaan, kepala biro bagian akademik, dan kepala biro keuangan juga hadir bersama kita hari ini" kata Ardi.

Disisi lain, selain berbuka puasa bersama anak yatim, kegiatan tersebut juga membantu untuk menguatkan solidaritas keluarga besar FIA yang mana antara mahasiswa dan alumni serta dosen pengajar bisa jumpa dengan cara temu ramah seperti itu.

"ini suatu yang luar biasa hari ini, kegiatan kita sudah meningkat baik dari peserta yang hadir maupun anak yatim yang kita santuni sudah meningkat di banding tahun lalu. Kita mentargetkan kedepan lebih banyak lagi anak yatim untuk kita santuni" tambah ardi.
Ratusan keluarga besar FIA Unigha berbuka puasa di ayam penyet pak ulis 


Amatan suaraunigha ditempat berbuka puasa turut hadir Sulaiman usman (rektor Unigha) M.Isa Alima (alumni perdana), Nazir Adam (mantan wakil bupati pidie), dan beberapa anggota DPRK Pidie, isfandiari, munahasyah, Elidawati, dan Muzakir.

Wednesday, April 20, 2016

KRITIKAN TERHADAP PANITIA KKN UNIGHA BANJIR DI MEDSOS

Unknown     2:23 PM  No comments

Sigli - Program kuliah kerja nyata (KKN) yang dilaksanakan dikampus universitas jabal ghafur menuai kecaman dan kritikan, baik dari mahasiswa maupun dari Alumni Unigha.

Kritikan dan kecaman tersebut banjir di media sosial seperti di facebook. di himpun dari sebuah aku fecebook atas nama Zulkifli BI yang menuliskan "jabal ghafur semakin hari semakin menjadi jadi. Semakin banyak mereka mereka yang katanya membuat perubahan untuk kampus tapi buktinya KKN sudah dua kali diadakan dikampus. Apa landasan tridarma perguruan tinggi itu kampus kampus dan kampus. Memalukan sekali. Mahasiswa hana keuh yang protes meusidroe" di ketahui akun tersebut milik alumni lulusan unigha fakultas ilmu administrasi.

Kemudian dikolom komentar lainnya juga banyak kata – kata tak sedap dilontarkan oleh mahasiswa maupun alumni, seperti komentar alumni fakultas Ekonomi Fakhrurrazi Za “Mungkin jabal ghafur perlu melakukan studi banding ke level instituet untuk belajar memahami makna 3 darma perguruan tinggi”

Dikolom komentar lain juga terlihat komentar dari Alumni FKIP Penjaskesrek, akun atas nama Fatahillah Klat yang berkomentar “Ho ka manusia y berbicara dengan tema unigha ata rakyak bek yang cok manfaat kaplat gereda...

Mnye lagei nyoe soe kira2 yang kaplat dan soe y geureda


Program kuliah kerja nyata ini, yang ke dua kalinya dilakukan dikampus dalam periode 2O15 – 2O16. 


SURAT TERBUKA UNTUK REKTOR UNIGHA

Unknown     7:27 AM  No comments

Universitas jabal ghafur yang kini dibawah kepemimpinan Sulaiman Usman,M.pd berjalan berdampingan antara kemajuan dan kemunduran. Hal tersebut terlihat saat ini ketika ada program baru yang membuat jabal ghafur semakin hebat dan juga dengan hal konyol yang membuat jabal ghafur semakin di tertawai oleh orang lain.

Dalihnya, selama ini ada program universitas yang menarik simpati siswa – siswi dikabupaten Pidie dengan adanya kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru ke SMA sederajat. Kemudian juga ada beberapa jurusan yang sudah menyandang akreditasi B, itu salah satu faktor yang membuat jabal ghafur kearah kemajuan. Di sisi lain jabal ghafur juga seperti tak sadar diri, kemungkinan besar dampak dari kurangnya manajemen mengelola program, seperti yang sedang dirasakan oleh mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah kerja nyata saat ini.

KKN dilaksanakan sepenuhnya di universitas jabal ghafur, di awal masuk kuliah para mahasiswa baru dibekali dengan tridarma perguruan tinggi, yaitu : Pendidikan, pengabdian, dan penelitian. Namun kini yang terjadi disebaliknya, insan akademisi di nodai dengan program – program konyol. Mahasiswa melakukan pengabdian dengan cara gotong royong dikampus, logikanya, para mahasiswa berkuliah dengan cara membayar uang SPP, dana pembangunan, dan lain – lain. Didalam perkuliahan di ajarkan pendidikan, di bina untuk bisa mengabdi kepada masyarakat, dan meneliti. Tapi sekarang dihilangkan “mengabdi kepada masyarakat” apakah itu masih dikatakan tridarma atau twodarma?

Jabal ghafur butuh orang – orang yang bisa mengendali atau mengerti manajemen dan bisa membuat program baru kea rah yang lebih maju, bukan seperti saat ini yang melahirkan program “GALAU” yang menguras dana dari mahasiswa untuk gaji mereka. Mahasiswa ditindas di buat seperti siswa, pertama diajarkan pengabdian, ketika mahasiswa mempertanyakan bagaimana sesungguhnya pengabdian itu? mahasiswa dipojokkan, kemudian dijawab dengan jawaban konyol. Itulah jabal ghafur sekarang.

Terkadang kata – kata pepatah “ taruhlah sesuatu pada tempatnya” itu sangat tepat. Misalnya, sistem mendidik anak SMA jangan di terapkan di Universitas, sama sekali tidak cocok. Begitu juga dengan orangnya, wahai bapak rektor, mungkin ada kesilapan ketika bapak memilih orang didekat anda dalam mengelola program KKN di jabal ghafur. Mereka – mereka itu cocoknya di sekolah, bukan di universitas, tak ada guna gelarnya hebat – hebat jika konsep menjalakan program akademik lebih pintar dari yang lulusan sarjana.

Bapak rektor yang terhormat, mulai sekarang bukalah mata hati bapak, lihatlah dengan jeli apa yang sudah dilakukan oleh bawahan bapak terhadap mahasiswa universitas jabal ghafur. Ketegasan tidak berdampingan dengan kebijakan, egois di kedepankan. Wahai bapak rektor, sebelum banyak mahasiswa menanamkan kebencian di era kepemimpinan bapak akibat ulah bawahan bapak, mohon segera mengkorcek kembali, apakah system yang diterapkan bawahan bapak itu cocok atau tidak?

Bapak rektor yang kami muliakan.

Kami mewakili teman – teman sangat kecewa dengan bawahan bapak yang egois. Sedikit kami tulis disini curahan hati teman – teman, semoga tidak terjadi lagi kedepan pada teman – teman mahasiswa lainnya.

Bapak rektor yang kami banggakan, kami salud dengan anda yang penuh dengan kebijakan dalam membantu mahasiswa. Tapi sungguh sayang dengan bawahan anda yang tidak mengikuti  jejak anda.

Sekilas cerita kami yang kemarin melakukan pengabdian di Rumoh Leguna, kami terdiri dari dua kelompok dengan jumlah anggota 21 orang. Seiring berjalan waktu, pengabdian yang kami lakukan sudah maksimal sesuai kemampuan kami, dan banyak pengakuan dari pihak lain kami benar – benar pekerja keras dalam pengabdian di semester ganjil kemarin. Suvervisor kami selalu membina kami, baik dengan cara mendatangi kelapangan maupun lewat komunikasi. Kami bangga dengan suvervisor kami yang ramah dan enak di ajak diskusi soal pengabdian yang kami lakukan saat itu.

Dalihnya, pengorbanan kami sia – sia ketika akhirnya beberapa teman – teman kami menangis menanggung beban akibat ulah bawahan bapak yang mencatutkan nilai KKN dengan huruf C. suvervisor kami memberikan kami semua dengan nilai memuaskan yaitu A. mengingat, menimbang apa yang sudah kami lakukan itu sudah mencapai target yang direnacanakan.

Kehendak berkata lain, suvervisor kami tidak ada arti jika seperti itu dilakukan oleh panitia, apa yang diberikan olehnya kepada kami tidak dihargai oleh panitia. Bapak rektor bisa membuka mata dan melihat apa yang sudah kami kerjakan untuk kampus tercinta, kami meluangkan waktu, mengelurkan material, tenaga kami, pikiran dan lain sebagainya demi kampus.

Kami kecewa dengan panitia, dan kami menganggap panitia mekukan suatu pelecehan terhadap kelompok kami. Kelompok kami di umumkan pada acara peringatan maulid dikampus bahwa kelompok terbaik dan diberikan sertifikan kepada semua anggota kelompok kami. Di sertifikat itu juga tercantum tanda tangan bapak rektor, disisi lain ada keanehan saat pengumuman itu, kelompok terbaik kelompok kami, tapi kenapa suvervisor terbaik di pilih dari kelompok lain. Disitu kami menilai panitia tidak professional dalam memberi penilaian, kelompok kami seakan - akan tanpa suvervisor. Suatu pelecehan peran suvervisor kami tidak dihargai, kami sangat kecewa.

Giatnya kami melakukan pengabdian juga berkat bimbingan dan dorongan dari suvervisor, tanpa suvervisor kami tidak bisa meraih seperti itu. Tapi sayangnya panitia memandang sebelah mata. Dan sungguh disayangkan ketika nilai C di catutkan kepada teman – teman kelompok kami, untuk apa suatu penghargaan jika nilai C? mending seperti kelompok lain saja yang minimal B.

Bapak rektor yang terhormat, bapak harus menyikapi persoalan ini demi kemajuan kampus kedepan, kampus maju tanpa intervensi kepada mahasiswa, berikan kebebasan kepada mahasiswa, berikan dukungan dan dorongan agar mahasiswa bisa berpikir leluasa.

Alasan yang dikeluarkan panitia karna anggota kami tidak menghadiri dan gotong royong pada saat memperingati maulid. Alasan yang tidak logis dan konyol, nilai dari A menjadi C. mata panitia sudah tertutup, dan tidak bisa melihat lagi apa yang sudah kami lakukan 4O hari. Maka dengan itu, wahai bapak rektor sekali lagi kami katakan bahwa kami kecewa dengan panitia.

“TIDAK ADA ARTI KKN 4O HARI, JIKA DINILAI CUMA 3 HARI
TIDAK ADA ARTI SUVERVISOR KAMI, JIKA PANITIA YANG KUASAI”

Wahai teman – teman mahasiswa yang sedang mengikuti KKN di semester genab ini, semoga apa yang sudah kami rasakan jangan terulang lagi sama kalian, semoga pula ini jadi pelajaran bagi kita bersama, jangan termakan dengan manisnya kata panitia. Semua itu tidak sesuai dengan perbuatannya.

Kami berharap kepada kalian untuk melawan pembodohan, cukup kami yang tertindas, sungguh sakit kita diperlakukan seperti itu.

Wassalam kelompok 19 – 2O


Monday, April 11, 2016

Video :Tokoh Pemuda asal Pidie Di Banda Aceh Silahturrahmi dengan Abusyik Sufi.

Unknown     5:27 AM  No comments
Mahasiswa Asal Pidie Silahturrahmi dengan Roni Ahmad atau yang kerap di sapa Abusyik Sufi

Video : Atraksi Kempo Unigha di HUT JPC Sigli

Unknown     5:16 AM  No comments
Video : Atraksi kempo Unigha di Anniversary JPC Sigli Ke I

Video : Gelaran Pasar Malam di Simpang Arakate

Unknown     5:14 AM  No comments
video : Gelaran pasar malam di simpang arakate

Video : Mahasiswa Unigha Sosialisasi Penerimaan Maba di SMK N1 Sigli

Unknown     5:04 AM  No comments
Video : Mahasiswa Unigha Sosialisasi Penerimaan Maba di SMK 1 Sigli

Tuesday, March 15, 2016

Gambar Kata Bentuk Dukungan Untuk Abusyik Sufi

Unknown     2:06 AM  1 comment

Sigli - Kalangan muda - mudi yang tergabung dalam Komunitas Cucoe Abusyik Sufi (CAS) mulai mengajak masyarakat Pidie untuk mendukung Roni Ahmad (Abusyik Sufi) sebagai calon Bupati Pidie 2017 - 2022. Hal tersebut di sampaikan lewat gambar kata yang belakangan ini mulai muncul di media sosial seperti di facebook, Twetter, Instagram. Kata - kata yang dirangkai oleh komunitas Cucoe Abusyik Sufi (CAS) di antaranya " Jak saban - saban ta brie dukungan keu ABUSYIK SUFI untuk Pidie 2017 - 2022."

Berikut ini gambar kata bentuk dukungan terhadap Abusyik Sufi calon Bupati Pidie 2017 -2022 :







Friday, October 16, 2015

Rudi Wakili Unigha pada Kegiatan Simposium UNPAD Bandung

Unknown     11:27 AM  1 comment
Rudi hermawan tiba di bandara husein sastranegara bandung

Sigli - Pj pemerintah mahasiswa fakultas ilmu administrasi (FIA) universitas jabal Ghafur (Unigha), Muhammad Ikram Muliadi mengutuskan Rudi Hermawan pada acara simposium di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.

Kegiatan yang berlangsung mulai 17 - 20 Oktober itu, di ikuti oleh ratusan peserta perwakilan berbagai kampus yang ada di indonesia, khususnya fakultas ilmu sosial dan politik ( Fisip) dan juga Bem dari berbagai Perguruan tinggi (PT).

Pj Pema FIA, Ikram Muliadi kepada suaraunigha, Jum'at (16/10/2015) mengatakan memberi dukungan penuh kepada Rudi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Kita sudah sepakat untuk memberi mandat kepada Rudi untuk mengikuti kegiatan simposium nasional di UNPAD jatinangor Bandung," kata Ikram.

Mantan sekretaris jenderal (Sekjen) Pema FIA, Zikri juga mendorong sepenuhnya agar Rudi bisa berpartisipasi pada acara simposium tersebut.

"Berkat kerja keras kami semua Alhamdulillah FIA Unigha sudah mengirimkan perwakilan di acara nasional di UNPAD Bandung,"ujar Zikri.

Lanjutnya lagi, ini kesempatan emas bagi mahasiswa fakultas ilmu administrasi untuk membuka jaringan di seluruh indonesia, yaitu pada acara simposium tersebut.

Ditanyai soal keberangkatan, Zikri mengatakan kalau utusan dari FIA (rudi) alhamdulillah tadi pukul 16.00 Wib sudah tiba di bandara Husein sastranegara Bandung dan sudah di jemput oleh panitia di sana.

Pihak dosen juga sudah mendukung untuk keberangkatan Rudi, dan pihak rektorat juga sudah merekomendasikan nya, teman - teman juga sangat setuju apalagi untuk membuka jaringan FIA agar kedepan bisa dilanjutkan lagi oleh adik - adik kami semua. Kami semua berdoa agar Rudi selamat dijalan dan dapat membawa pulang ilmu yang sudah ia dapat kan disana untuk di berikan kepada kami semua. Amin, tutup Ikram.

Monday, September 7, 2015

Rapa i Griempheng Keuneubah Endatu

Unknown     8:29 AM  No comments
Pemain Rapa i griempheng Dayah Keurako tampil di acara pesta di Gampong setempat (foto|Joni J)

Sigli - Berbicara kesenian tidak terlepas jua dari Rapa i Griempheng yang selama ini sudah mulai terdengar kembali "tang keucang kaleeng, pruek - pruek preeng" di gampong Dayah keurako kemukiman Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya Pidie. Rapa i keuneubah endatu tersebut kini mulai di aktif kembali oleh generasi muda gampong tersebut setelah lama tidak di fungsikan lagi akibat tidak ada yang hiraukan.

Rapa i yang kini sisa hanya cukup untuk sepuluh orang pemain itu dapat menerobos suara hinga ke kemukiman lain saat acara latihan di mulai. Para masyarakat sangat antusias melihat generasi muda Dayah keurako yang melakukan latihan setiap malam mulai pukul 22.00 s/d 24.00, kecuali malam Jum'at di liburkan.

Menurut salah satu pemain Rapa i, M.Rizal kepada suaraunigha.co mengatakan, mereka berlatihan Rapa i Griempheng selama ini karna untuk meneruskan kesenian yang sudah ada dari sejak leluhur. namun sepat vakum sudah beberapa tahun akibat beberapa orang "syeh" dari anggota Rapa i tersebut sudah menghadap sang khalid.

"Ini suatu tanggung jawab kami sebagai generasi untuk meneruskan kesenian di gampong Dayah Keurako. Alhamdulillah kami sudah aktif kembali untuk latihan Rapai secara rutin, meskipun beberapa anggota kami sudah tiada, terutama para "syeh" terdahulu yang telah tiada," kata Rizal.

Disinggung menganai "syeh" saat ini, Rizal menyebutkan beberapa anggota muda yang sudah latihan rutin kini sudah bisa memimpin sebagai "syeh", di antaranya Bukhari, Muzakir dan Riki.

"kami sudah ada "syeh" yang baru dan sangat muda, yaitu Riki," ujar Rizal.

Muhammad Syahril juga mengatakan, meskipun Rapa i tinggal sedikit namun tidak mengurangi semangat latihan bagi mereka apalagi masyarakat sangat mendukung kesenian tersebut. Menurutnya, Rapa i Griempheng tersebut berjumlah banyak, namun akibat vakum beberapa tahun dan kehilangan "syeh" Rapai tersebut mulai rusak dan tidak ada yang perbaiki lagi.

"Semangat kami sangat tinggi meskipun Rapa i tinggal sedikit, tapi kami berusaha agar kedepan bertambah kembali Rapa i agar bisa di mainkan oleh semua generasi jangan seperti ini harus menunggu sebahagian," kata Syahril.

Lanjutnya lagi, Masyarakat Dayah keurako sangat berharap perhatian dari dinas kebudayaan untuk membantu mereka dalam menambahkan Rapa i dan baju khusus untuk pemain Rapa i agar saat tampil di tempat - tempat acara punya baju seragam.

"Dulu kami sangat lengkap baik segi Rapa i maupun baju seragam, namun kini semua sudah tiada apalagi baju yang sudah menjadi makanan tikus," kata mahasiswa Unigha itu.

Rapa i Griempheng Dayah keurako juga pernah mengharumkan nama Pidie khususnya dan umumnya Aceh saat tampil di Jakarta pada era tahun 80 an.

laporan : RH
Editor   : Redaksi


Menatap Unigha Sigli

Unknown     7:13 AM  No comments
Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli hingga kini masih dirundung permasalahan. Kampus swasta yang terletak di atas bukit GleGapui itu kini sudah menginjak usia tiga puluh tahun lebih. Persoalan - persoalan yang bertube - tube menimpa kampus sijantong hate masyarakat Pidie. Akibat kepentingan para elit politik Jabal Ghafur kini bagai tidak bernyawa lagi, terlihat sepi suana kampus. Impian masyarakat Pidie, kampus Jabal Ghafur dijadikan sebagai kampus Negeri agar generasi di Pidie mendapat pendidikan yang layak dan bermutu.

Gedung Rektorat tampak dari depan (foto|Rudiloca)

Gedung fakultas Ekonomi (foto|Rudiloca)


Panplet Penegerian Unigha harga mati terpasang pada pohon sawet di sebuah kantin (foto|Rudiloca)

Gedung Fakultas Ilmu Administrasi (foto|Rudiloca)

Rombongan Kerbau bermain di belakang pos Security (foto|Rudiloca)

Gedung PRPCN yang di gunakan untuk tempat belajar FKIP (foto|Rudiloca)

Gedung FKIP terlihat dari samping (foto|Rudiloca)

Gedung serba guna terlihat dari samping yang masih belum diperbaiki akibat di terjang angin badai (foto|Rudiloca)


Gedung fakultas teknik informatika S1 (foto|Rudiloca)

Gedung Fakultas Pertanian (foto|Rudiloca)

Gedung fakultas Ilmu Hukum (foto|Rudiloca)

Gedung serba guna terlihat dari depan (foto|Rudiloca)

laporan : RH
Editor : Redaksi

Thursday, September 3, 2015

Mahasiswa KKN Unsyiah Tinggalkan Gampong Dayah Keurako

Unknown     2:43 PM  No comments
Mahasiswa KKN Unsyiah P278 berpose bersama dengan
 masyarakat pada acara perlombaan
Sigli – Setelah pengabdian  selama satu bulan  dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) akhirnya mahasiswa  KKN P278 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh meninggalkan gampong Dayah Keurako yang merupakan tempat mereka mengabdi dan kembali ke kampus.

Perpisahan Mahasiswa KKN P278 dilaksanakan pada Rabu malam 2 Sepetember 2015 di halaman gampong Dayah Keurako. Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 Wib di awali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alqur’an, Shalawan Nabi, Sambutan Ketua kelompok KKN, sambutan Keuchik gampong, Penyampaian kesan dari keseluruhan peserta KKN, dan juga di hiburkan dengan qasidah – qasidah berlafas islam yang di nyanyikan oleh anak – anak gampong Dayah Keurako.

Tak hanya itu, peserta KKN P278 juga tak kalah saing dengan anak – anak gampong Dayah Keurako, mereka juga menyumbang beberapa lagu dimalam perpisahan itu, diantaranya lagu Maher Zain di nyanyikan oleh Putri rahmayanti mahasiswa tehnik sipil, dan juga banyak lagu lainnya yang dinyanyikan oleh mereka.

Ketua kelompok mahasiswa KKN P278, Fadhillah dalam sambutannya mengucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Dayah Keurako yang telah menerima mereka selama ini. Dan mereka juga sangat berkesan selama KKN di tempat tersebut dengan bertambahnya pengalaman – pengalaman baru yang tidak pernah mereka dapatkan di kampus.

“Teurimong geunaseh keu mandum masyarakat gampong Dayah keurako. Kami sangat bangga dan senang ketika masyarakat disini menerima kami untuk mengabdi ditempat ini, banyak ilmu – ilmu dan pengalaman yang kami dapat disini. Kami juga memohon maaf sebesar – besarnya bila ada kata kami, sikap kami yang tidak berkenan di hati bapak dan ibu, kami menyadari banyak kekurangan selama disini, tapi inilah yang dapat kami berikan kepada masyarakat disini, terutama buat adek – adek kami,” ujar mahasiswa teknik industry.

Acara perpisahan yang mengagetkan mereka saat hadir di halaman meunasah gampong, segala persiapan dilakukan oleh pemuda gampong tersebut, baik pemasangan tenda, menyusun kursi dan memasang soun system serta mengumumkan kepada seluruh masyarakat gampong untuk hadi ke meunasah.

“Kami tidak menyangka acara perpisahan kami seperti ini, sama sekali tidak menduga hingga besar seperti ini, kalau seperti ini persis sama seperti acara maulid besar, serba lengkap Cuma yang kurang pendakwahnya saja,” kata Fadhil.

Keuchik gampong Dayah Keurako Syarifuddin Is, dalam sambutannya mengatakan, kami juga sangat berterimakasih kepada anak – anak kami, yaitu mahasiswa KKN dari Unsyiah yang sudah mengabdi ditempat kami. Kami juga memohon maaf bila ada kata dan sikap kami yang tidak berkenan di hati anak – anak kami semua, karna kami juga masyarakat gampong yang rendah pendidikannya, kemudian dari segi tempat kami juga memohon maaf, mungkin hanya itu yang bisa kami sediakan.

Syarifuddin juga memberi semangat kepada para peserta KKN di Gampong tersebut agar terus berjuang di dalam pendidikan agar sukses semua. Terkait nilai untuk peserta KKN, Syarifuddin tidak pilih kasih.

“Masalah nilai Alhamdulillah saya berikan bagus – bagus semua, karna saya tidak meng anak tiri dan kandung kan, bagi saya kalian sama semua,” kata Syarifuddin.

Di akhir sambutan Keuchik Gampong Dayah keurako ditutupi dengan panton yang mencantumkan nama kuta raja, dan di apresiasi oleh ratusan pengunjung yang hadir pada acara itu.

Setelah sambutan Keuchik, di hiburlah dengan qasidah yang dinyanyikan oleh Zahra, Ahyar, fandi, Nurul, Nadia, Putri, Annisa, dan juga semua peserta KKN. Namun yang paling menarik disitu, Arrahman selaku mewakili kepala dusun juga turut menyumbang dua lagu lama hingga menghipnotis semua pengunjung tertawa lebar.

Ahkhir dari qasidah dilanjutkan dengan penampilan album kegiatan selama satu bulan mengabdi di gampong Dayah Keurako yang di sorot dengan infocus yang telah disediakan oleh pemuda gampong.

Penjelasan tentang album kegiatan tersebut langsung di pandukan oleh pembawa acara yaitu Rudiloca. Di penghujung acara perpisahan tersebut di tutup dengan doa yang di baca langsung oleh Tgk Harun.

Amatan suaraunigha di tempat kegiatan sempat terjadi macet arus lalu lintas dikarnakan para pengunjung dari desa lain juga banyak yang duduk di atas motor miliknya akibat di halaman menasah sudah penuh.


Dengan berakhirnya doa, maka berakhir pula acara tersebut pada pukul 23.30 Wib.

Adakan Perlombaan, Pemuda DK Jalin Kerja Sama Dengan Mahasiswa KKN P278

Unknown     12:27 PM  No comments
foto bersama usai pembagian hadiah kepada para pemenang
Sigli – Pemuda gampong Dayah Keurako (DK) Lhok kaju, kecamatan Indrajaya Pidie mengadakan perlombaan bola dangdut untuk anak – anak tingkat SD dan SMP di lapangan kampung setempat pada Minggu, 30 Agustus 2015.

Kegiatan yang mengusung tema “Ceriakan generasi kita” itu, juga bekerja sama dengan mahasiswa dari universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang sedang melakukan pengabdian atau kuliah kerja nyata (KKN) di gampong Dayah Keurako. Kegiatan yang mengbiskan waktu setengah hari itu juga di indahkan dengan kegiatan donor darah yang didatangi langsung oleh palang merah Indonesia (PMI) kabupaten Pidie.

Menurut ketua panitia, M.Rizal Kasem kepada suaraunigha mengatakan kegiatan tersebut untuk menceriakan generasi penerus lewat hiburan dan perlombaan untuk anak – anak di Lhok kaju, khususnya anak – anak di Dayah keurako.

“ acara ini sebagai hiburan untuk masyarak gampong, dan terutama menceriakan generasi kita lewat perlombaan – perlombaan yang kita buat, dan juga sekaligus perpisahan dengan mahasiswa KKN di tempat kami,” kata Rizal.

Hal yang sama juga dikatakan oleh ketua kelompok mahasiswa KKN P278 di gampong Dayah Keurako, Fhadil sangat setuju dengan program yang sudah di konsep oleh pemuda gampong Dayah keurako yang mendukung mereka hingga di datangi PMI Pidie untuk melakukan donor darah di acara tersebut.

“kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Dayah keurako yang sudah bekerja sama dengan kita untuk menyukseskan acara yang seperti ini, karna secara kelompok kami tidak sanggup melakukan acara seperti ini, kecuali kami gabungkan se kemukiman Lhok kaju, ujar Fhadil.”

Tak hanya bola dangdut yang diperlombakan pada acara “Ceriakan generasi kita”, tapi juga ada perlombaan balap Goni, balap bawa balon khusus cewek, dan bermacam – macam permainan lainnya. Acara tersebut juga di sponsori oleh Perabot Limitet Club, Iwan Cell, dan Jupiter Club Sigli (JPC), dan Rudiloca diturunkan sebagai MC.

Pantauan dilapangan saat acara sedang dimulai, sempat terjadi macet arus lalu lintas, namun setelah tim pengamanan jalan mengatasinya maka arus lalu lintas kembali berjalan normal.

Editor  : RH

Monday, June 8, 2015

Raja Siuroe

Unknown     10:54 AM  No comments
Rudiloca di payungi oleh ustad Riza
Ternyata menyandang gelar seorang suami itu tidak semudah kita balik telapak tangan. Banyak hal dan rintangan yang harus kita lewati melalui proses - proses yang menjadi tantangan bagi kita kaum laki - laki. Persiapan yang matang diutamakan untuk menuju ke pernikahan, terutama iman, nafkah lahir dan batin, serta kedewasaan agar tumbuh rasa tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Raja si uroe (raja satu hari - red) impian mayoritas kaum laki - laki. Suatu ketika pada sebuah acara persepsi sepupu, saya mencoba menjadi raja si uroe kw kw-an. Hal itu terjadi dengan semudahnya, tanpa ada rasa malu saya langsung mengenakan pakaian adat Aceh yang telah dipakai oleh suami sepupu saya pada saat itu. Kemudian adegan foto - foto pun ku ikuti dengan bermacam gaya, baik berfoto dengan orang tua saya, keluarga bahkan dengan pacar sendiri di atas pelaminan.

Yang lebih parah lagi, meskipun terlihat konyol namun moment tersebut membuat rekan - rekan bertanya - tanya, apakah itu benar atau tidak ? Adegan foto seakan - akan saya sedang di antar masuk kedalam rumah dara baro yang di payungi oleh seorang tgk (ustad) tersebut membuat sebagian orang yakin bahwa kalau saya sudah menuju kepelaminan. Banyak kawan - kawan saya memberi ucapan selamat lewat facebook dan black berry mesager (BBM).

Sudah saya coba menjadi raja si uroe meski kw kw - an. Namun untuk menjadi raja si uroe yang sebenarnya tak semudah yang saya lakukan itu, asal sudah mengenakan pakaia adat. Akan tetapi untuk menjadikan raja si uroe butuh persiapan yang matang.

Sebelum kita jadi raja si uroe, terlebih dahulu kita mempersiapkan Iman agar kita bisa memimpin rumah tangga nantinya, kemudian memilih istri juga bukan sembarangan seperti kita belanja di pasar, butuh proses pendekatan antara keluarga kita dengan keluarga calon istri. kemudian matangkan usia kita, agar benar bertanggung jawab terhadad keluarga nantinya, sanggup memberi nafkah lahir dan batin. butuh dana atau biaya yang banyak apabila kita buat acara resepsi perkawinan. Anggaran biaya dari pertunanganan sudah mulai menguras dompet kita kaum laki. Kemudian pernikahan dan hingga ke acara resepsi nantinya. 

Namun di dalam islam tidak di wajibkan untuk harus bersandingan di atas pelaminan. menggelar acara persepsi perkawinan itu bagi yang mampu saja. syarat untuk mengesahkan yang haram itu menjadi halal hanya ada beberapa syarat, yaitu adanya laki - laki dan perempuan, adanya wali, adanya mahar, adanya hijab dan qabul, dan adanya penghulu, itu saja, sangat simple.

Raja siuroe merupakan satu kehormatan bagi laki - laki, karena di dampingi oleh orang - orang lain diantar sama - sama kerumah kaum wanita. Itulah yang dinamakan raja siuroe.


Saturday, February 21, 2015

Menlu Australia Telpon JK Terkait Bantuan Tsunami Vs Bali Nine

Unknown     1:49 AM  No comments
Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh ( Banda Aceh)

Suaraunigha.co, Aceh
- 
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menghubungi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk mengklarifikasi pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott soal bantuan kemanusiaan Aceh. Bishop menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan itu tidak ada kaitannya dengan Bali Nine, dan hanya menunjukkan kedekatan hubungan antara Australia dan Indonesia.


“Tadi siang menelepon untuk mengklarifikasi bahwa apa yang beredar tentang pernyataan Perdaan Menteri Australia tentang bantuan kemanusiaan untuk Aceh itu tidak bermaksud untuk menghubungkannya dengan Bali Nine,” kata Kalla kepada Tempo, Kamis, 19 Februari 2015.



Dalam pembicaraan telepon pada sekitar pukul 12 selama kurang lebih 15 menit tersebut, Bishop mengungkapkan keinginan Australia untuk terus bekerja sama lebih erat dengan Indonesia di segala bidang. Termasuk kerja sama antarkepolisian untuk menanggulangi penyelundupan obat-obatan terlarang.



Meskipun tidak secara langsung meminta agar dua warga negaranya tidak dieksekusi mati, menurut Kalla, Bishop menyatakan memahami hukum Indonesia. “Namun dia tetap meminta pertimbangan bijak dari pemerintah Indonesia,” kata Kalla.



Kalla menyatakan terima kasih atas penjelasan Bishop dan menjelaskan bahwa proses hukum telah berjalan dan diputuskan oleh Mahkamah Agung. “Jadi pemerintah tidak bisa mengubahnya,” kata JK. 



Terkait penundaan eksekusi duo Bali Nine, Kalla menjelaskan kepada Bishop bahwa hal itu semata-mata karena masalah teknis.



Pada Rabu lalu, Abbott meminta Indonesia tidak melupakan sumbangan yang diberikan rakyat Australia dalam jumlah sangat besar saat tsunami menerjang sejumlah wilayah di Indonesia pada tahun 2004. “Saya ingin katakan kepada rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia, kami Australia selalu membantu Anda dan kami berharap Anda membalasnya saat ini," ujar Abbott seperti dikutip Sydney Morning Herald.



Pernyataan Abbott tersebut terkait dengan dua warga Australia yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan karena terlibat kasus narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

(Tempo,co)

Text Widget

Recent news

About Us