![]() |
| Mahasiswa KKN Unsyiah P278 berpose bersama dengan masyarakat pada acara perlombaan |
Sigli – Setelah pengabdian
selama satu bulan dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) akhirnya
mahasiswa KKN P278 Universitas Syiah
Kuala (Unsyiah) Banda Aceh meninggalkan gampong Dayah Keurako yang merupakan tempat
mereka mengabdi dan kembali ke kampus.
Perpisahan Mahasiswa KKN P278 dilaksanakan
pada Rabu malam 2 Sepetember 2015 di halaman gampong Dayah Keurako. Acara yang
berlangsung mulai pukul 20.30 Wib di awali dengan pembukaan, pembacaan ayat
suci Alqur’an, Shalawan Nabi, Sambutan Ketua kelompok KKN, sambutan Keuchik
gampong, Penyampaian kesan dari keseluruhan peserta KKN, dan juga di hiburkan
dengan qasidah – qasidah berlafas islam yang di nyanyikan oleh anak – anak gampong
Dayah Keurako.
Tak hanya itu, peserta KKN P278 juga tak
kalah saing dengan anak – anak gampong Dayah Keurako, mereka juga menyumbang
beberapa lagu dimalam perpisahan itu, diantaranya lagu Maher Zain di nyanyikan
oleh Putri rahmayanti mahasiswa tehnik sipil, dan juga banyak lagu lainnya yang
dinyanyikan oleh mereka.
Ketua kelompok mahasiswa KKN P278, Fadhillah
dalam sambutannya mengucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Dayah
Keurako yang telah menerima mereka selama ini. Dan mereka juga sangat berkesan
selama KKN di tempat tersebut dengan bertambahnya pengalaman – pengalaman baru
yang tidak pernah mereka dapatkan di kampus.
“Teurimong geunaseh keu mandum masyarakat
gampong Dayah keurako. Kami sangat bangga dan senang ketika masyarakat disini
menerima kami untuk mengabdi ditempat ini, banyak ilmu – ilmu dan pengalaman
yang kami dapat disini. Kami juga memohon maaf sebesar – besarnya bila ada kata
kami, sikap kami yang tidak berkenan di hati bapak dan ibu, kami menyadari
banyak kekurangan selama disini, tapi inilah yang dapat kami berikan kepada
masyarakat disini, terutama buat adek – adek kami,” ujar mahasiswa teknik industry.
Acara perpisahan yang mengagetkan mereka saat
hadir di halaman meunasah gampong, segala persiapan dilakukan oleh pemuda
gampong tersebut, baik pemasangan tenda, menyusun kursi dan memasang soun
system serta mengumumkan kepada seluruh masyarakat gampong untuk hadi ke
meunasah.
“Kami tidak menyangka acara perpisahan kami
seperti ini, sama sekali tidak menduga hingga besar seperti ini, kalau seperti
ini persis sama seperti acara maulid besar, serba lengkap Cuma yang kurang
pendakwahnya saja,” kata Fadhil.
Keuchik gampong Dayah Keurako Syarifuddin Is,
dalam sambutannya mengatakan, kami juga sangat berterimakasih kepada anak –
anak kami, yaitu mahasiswa KKN dari Unsyiah yang sudah mengabdi ditempat kami. Kami
juga memohon maaf bila ada kata dan sikap kami yang tidak berkenan di hati anak
– anak kami semua, karna kami juga masyarakat gampong yang rendah
pendidikannya, kemudian dari segi tempat kami juga memohon maaf, mungkin hanya
itu yang bisa kami sediakan.
Syarifuddin juga memberi semangat kepada para
peserta KKN di Gampong tersebut agar terus berjuang di dalam pendidikan agar
sukses semua. Terkait nilai untuk peserta KKN, Syarifuddin tidak pilih kasih.
“Masalah nilai Alhamdulillah saya berikan
bagus – bagus semua, karna saya tidak meng anak tiri dan kandung kan, bagi saya
kalian sama semua,” kata Syarifuddin.
Di akhir sambutan Keuchik Gampong Dayah
keurako ditutupi dengan panton yang mencantumkan nama kuta raja, dan di
apresiasi oleh ratusan pengunjung yang hadir pada acara itu.
Setelah sambutan Keuchik, di hiburlah dengan
qasidah yang dinyanyikan oleh Zahra, Ahyar, fandi, Nurul, Nadia, Putri, Annisa,
dan juga semua peserta KKN. Namun yang paling menarik disitu, Arrahman selaku
mewakili kepala dusun juga turut menyumbang dua lagu lama hingga menghipnotis
semua pengunjung tertawa lebar.
Ahkhir dari qasidah dilanjutkan dengan
penampilan album kegiatan selama satu bulan mengabdi di gampong Dayah Keurako
yang di sorot dengan infocus yang telah disediakan oleh pemuda gampong.
Penjelasan tentang album kegiatan tersebut
langsung di pandukan oleh pembawa acara yaitu Rudiloca. Di penghujung acara
perpisahan tersebut di tutup dengan doa yang di baca langsung oleh Tgk Harun.
Amatan suaraunigha
di tempat kegiatan sempat terjadi macet arus lalu lintas dikarnakan para
pengunjung dari desa lain juga banyak yang duduk di atas motor miliknya akibat
di halaman menasah sudah penuh.
Dengan berakhirnya doa, maka berakhir pula
acara tersebut pada pukul 23.30 Wib.





0 komentar :