Facebook Twitter Google RSS

Monday, June 8, 2015

Sebatang Pohon Cinta

Unknown     9:56 AM  No comments

Gambar Google
Seandainya aku bisa memetik bintang maka akan kupersembahkan bintang itu untukmu seorang. Tidak ada yang lain di hati ini. Masih ingatkah kamu dengan motto aku  yang pernah aku katakan padamu waktu itu ? Ingatanmu luar biasa, aku yakin kamu pasti ingat dengan motto aku itu. Meskipun demikian, agar motto aku lebih tertanam lagi di hatimu maka aku tulis kembali di kertas putih ini dengan coretan tinta hitam, " langkahku boleh beribu - ribu, namun cinta dan hatiku hanya untukmu."

Keindahan disaat malam tiba hanya karena adanya bulan dan bintang, begitu juga dengan keindahan siang, matahari yang menyinari dunia ini. Begitu terang cahaya bulan yang di kelilingin oleh bintang, dan begitu panas terikan matahari yang menyinari bumi ini. 

Wajahmu cantik menebarkan pesonaku saat senyuman manismu menghapiriku, rasanya seperti angin yang halus menusuk jiwa dan ragaku. Hatiku terguncang mendengar sapaanmu yang penuh dengan keunikan yang tak mudah orang - orang menebakmu, sebenarnya bagaimana kamu itu?

Kamu hadir di dalam hatiku, dengan sopan dan penuh kelembutan. Aku merasa dingin dan damai saat pertama kamu hadir dengan salam pembuka yaitu senyuman manismu. Tak kusangka dan bahkan membuat orang lain yang mengenal kita heran dengan terjalinnya hubungan kita. Kamu datang membawakan cinta di hatiku hingga aku terasa adem dengan siraman kasih dan sayang mu kepadaku.

Kamu tanamkan pohon - pohon cintamu dihatiku, dan kamu berpesan untuk merawatnya dengan baik. Di setiap daun - daun tertulis kata - kata "tulus kamu mencintaiku," di dahan pohon juga kamu ukir dengan tlisan kecil yang mengingatkan aku selalu padamu, yaitu "kasih dan sayangmu" hanya untukku. Indahnya lagi di batang pohon kamu ukir kata "cintamu hanya untukku."

Disebaliknya, aku juga tidak hanya menerima begitu saja pohon cinta yang kamu tanam dihatiku, aku akan selalu ingat atas pesanmu padaku. Akan kurawat dengan baik tanaman pohon yang kamu tanam, dan juga kusirami dengan kasih sayangku, kupupuk dengan kesetiaanku, kupagar dengan cinta yang tulus dari hati kecilku. Ranting - ranting belaian kasih sayangku selalu untukmu, tali - tali kecil cintaku akan ku ikat pagar "cinta" agar kumbang lain tau bahwa tanaman pohon cinta itu aku yang menjaga dan merawatnya.

Semakin hari tanaman itu semakin besar, daun - daunnya juga semakin subur, bahkan dahannya juga semakin banyak. Kita sadar, setiap pohon pasti ada patah dahannya dan jatuh daunnya. Retakan kulit batang pohon pun juga demikian, meskipun kita rawan dan kita jaga dengan baik. Namun di balik jatuhnya dau juga akan keluar daun - daun yang baru, dahannya juga demikian, akan keluar dahan - dahan lain yang bercabang - cabang, begitu juga dengan kulit batang pohon yang baru.

Aku dan kamu kini sama - sama punya rasa tanggung jawab atas pohon cinta, baik menjaganya, menyiraminya, memupuknya dan bahkan melindungingan dari angin - angin badai yang ingin menjatuhkan pohon cinta kita. 

Bersambung...........!!!


,

Unknown


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 komentar :

Text Widget

Recent news

About Us