Masyarakat Aceh baru saja memperingati milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) disemua tempat, yang bertepatan pada 4 Desember. Meskipun jauh hari sebelumnya, wakil Gubernur Aceh, H.Muzakir Manaf atau yang sering disapa Mualem telah menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh untuk tidak menaikkan bendera bulan bintang pada acara ulang tahun tersebut.
Larangan tersebut tidak di indahkan oleh semua pihak, buktinya pada Rabu malam sempat berkibar bendera bulan bintang dan langsung diturunkan kembali oleh petugas keamana. meskipun bendera bulan bintang itu sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), namun pengibaran bendera itu diluar tanggung jawab panitia peringatan Milad GAM ke-38 yang dipusatkan dimakam Teungku Chik di Tiro dan pendiri GAM Hasan Muhammad di Tiro di Desa Meureue, Kecamatan Indrapuri.
Himbauan yang dikeluarkan Mualem dan juga salah seorang panglima perang saat Aceh dilanda konflik melawan Tentara Negara Indonesia (TNI) lebih kepada untuk menggelar zikir dan doa bersama di makam para syuhada yang sudah syahid.
Masyarakat Aceh juga belum bisa melupakan dengan kejadian pada Minggu, 26 Desember 2004, yaitu gempa dan tsunami yang mengguncangkan bumi tanah rencong. Ribuan nyawa melayang pada saat tsunami sebelum perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Tentara Negara Indonesia (TNI) di Fillandia.
Perayaan Milad GAM sudah berjalan, tinggal untuk masyarakat Aceh untuk menunggu tanggal peringatan Tsunami di tahun 2014 ini, yaitu 26 Desember. Konflik dan Tsunami Aceh banyak melahirkan janda - janda dan anak yatim.




.jpg)
.jpg)
0 komentar :