Sigli - Sebelum hari pemilihan calon legislatif (Caleg) DPRK,DPRA,DPRD,dan DPRI yang di adakan pada 9 April kemarin, pada hari sebelumnya, Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha), melakukan aksi konvoi keliling di kabupaten Pidie, dalam aksi tersebut mengajak mangasyarat dan semua elemen untuk menyukseskan pemilu dengan cara damai, dan anti golongan putih (Golput).
Aksi konvoi yang mengawali Star di depan birokrasi keunire Unigha, juga di kawal oleh pihak keamanan hingga selesai. Aksi konvoi tersebut di bawah pimpinan Pemerintah Mahasiswa (Pema) Unigha periode 2014 - 2015.
Dalam orasi yang di paparkan oleh beberapa orator, Mahasiswa Unigha lebih kepada mengajak masyarakat untuk berpartisapsi dalam pesta demokrasi pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kemudian, mereka juga mengajak Masyarakat dan semua elemen yang sudah berhak memberi suara hak pilihnya, untuk memilih caleg - caleg yang memperjuangkan aspirasi rakyat, dan caleg yang cerdas.
Meskipun aksi tersebut berjalan dengan tertib hingga selesai, dan pemilihan umum (Pemilu) anggota DPR juga sudah berjalan, namun aksi tersebut tidak sepenuhnya bisa membuat masyarakat Pidie anti Golput.
Kenyataannya, di Pidie masih banyak yang tidak memilih atau Golput. Bahkan yang Golput juga ada dari kalangan Masiswa. Hal tersebut di utarakan oleh seorang Mahasiswa yang berinisial BN saat berbincang - bincang di sebuah kantin di Unigha saat Journaloca.com bergabung dengan mereka.





0 komentar :