Facebook Twitter Google RSS

Wednesday, March 12, 2014

SATU SUARA Rp.100.000 .....!!!!!

Unknown     10:46 PM  No comments


Masyarakat Indonesia tidak lama lagi akan menentukan hak pilihnya untuk memberi suara kepada orang yang ingin dipilihnya pada pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) calon legislatif (Caleg) 2014 untuk menuju kursi dewan perwakilan rakyat (DPR).

Tepatnya nanti pada 9 April 2014. Pencoblosan mulai berlangsung pada pukul 08:00 – 13:00 wib pada tempat perhitungan suara (TPS) di tempat masing – masing. Para caleg jauh – jauh hari sebelumnya hingga sebelum hari H masih melobi paku untuk pembuatan kursi, baik paku 5 inci, maupun paku sekam yang sudah bisa di gunakan pada pembuatannya.

Maksud dari paku 5 inci di atas, saya memberi tanselam bahwa itu orang dewasa, sedangkan paku sekam yang saya maksud, itu memberi tanselam bagi pemilih pemula.

Untuk mendapat suara, para calon legislatif (Caleg) tidak memilih kasih, memandang bulu, usia, putih atau hitam kulitnya, panjang atau pendek orang nya. Harapan para Caleg hanya suara. Pinter dan bodoh orangnya, tampan dan jelek, pada hari pemilihan tetap memberi satu suara (kecuali bermain curang baru bisa memberi lebih dari satu suara).

Masyarakat Indonesiapun kini tak mudah lagi untuk di bujuk dengan rayuan para Caleg untuk memilih dirinya, dan tak mudah pula terpengaruh dengan gayanya, senyumannya, kecantikan dan ketampanan yang sudah beredar terpampang baliho, sepanduk, banner di kota – kota, bahkan ke plosok desa.

“Ada uang ada suara” kalimat itu kini semakin marak lahir dari mulut kalangan muda – mudi bahkan orang awampun sudah mengatakan demikian.

Ketika saya menijau di sebuah desa yang enggan saya sebutkan namanya, saat itu saya sempat berbincang – bincang sekilas seputar pemilu mendatang. Namun, para masayarakat di tempat itu kebanyakan menolak pencerahan yang saya berikan tentang pemilihan para caleg yang akan memikirkan untuk rakyat.

Para mereka itu (masyarakat) lebih kepada “ada uang ada suara”. 

Saya bertanya kepeda mereka, mengapak kalian mengatakan begitu ? 

mereka menjawab, “kami tidak lagi mendengar janji, kami ingin bukti para caleg membantu masyarakat.

kemudian saya bertanya lagi, jadi apa yang kalian inginkan untuk memberi suara kepada mereka (Caleg) yang maju pada pesta demokrasi nantinya ?

Mereka menjawab, “ kami siap memberi suara untuk siapa saja, dengan syarat kasih kami bukti secara nyata”.

Contohnya apa ? Tanya saya lagi

“kasih kami uang, satu suara seratus ribu (100.000) saja, kami siap memilihnya” jawabnya.

Setelah saya pikir – pikir dan saya timbang – timbang, bahwa setengahnya benar apa yang dikatakan mereka, “bukti secara nyata, bukan janji”. Meskipun 100.000  saja sudah dirasakannya.

Mereka (Masyarakat) lebih menganggap kebohongan para caleg yang membuat moto lebih kepada memikirkan rakyat. Karna banyak caleg yang saat ini berkunjung ketempat mereka sebelum acara pesta demokrasi di mulai. Masyarakat menggangap itu semua permainan sebelum para caleg terpilih. Masyarakat sangat yakin jika nanti para caleg terpilih tidak akan menemui mereka lagi.

Dari hasil tulisan diatas, saya menyimpulkan bahwa untuk mendapat suara dari masyarakat dalam pemilihan calon legilatif 2014, para caleg harus lebih kepada menanam modal sebanyak banyaknya. Kemudian para caleg juga harus menanggung semua resiko yang terjadi pada nantinya. Rumah sakit jiwa sudah menunggu para caleg yang tidak sanggup menerima kekalahannya.

Bayangkan, satu suara 100.000, kita kalikan dengan 10.000 suara, jumlahnya 1.000.000.000 (1 M).



Unknown


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 komentar :

Text Widget

Recent news

About Us