![]() |
| Bapak H.Mustafa Mahmud, SH.M.M sedang menerangkan |
Ruangan yang sederhana itu berukuran 5 x 8 meter dan bercat warna puti. Ruangan yang memiliki delapan jendela itu terletak di sebuah gedung Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) di Gle Gapui komplek kampus Universita Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, kecamatan Indrajaya,Pidie.
sekira pukul 14:30 Wib, Sabtu 15 Maret 2014, sejumlah empat puluh orang Mahasiswa yang terdiri dari laki - laki dan Perempuan memenuhi ruangan yang sederhana itu. Laki - laki tua tadi adalah seorang dosen yang memberi pelajaran mata kuliah Politik dan Administrasi Agraria. Bapak H.Mustafa Mahmud, SH.M.M, nama lengkap lelaki separuh baya itu.
suara riuh terdengar saat bapak H.Mustafa menyampaikan materi yang menyangkut dengan matakuliah tersebut. Awalnya, terjadi keriuhan di dalam ruangan tersebut di akibatkan dengan tidak di hidupkan kipas angin. Dalam ruangan yang persegi empat itu memiliki dua kipas angin bermerek Yundai.
"Bang romi,,peudeep kipas hai" ( bang romi kasih hidup kipas angin hai) ucap seorang gadis yang duduk di pojok sebelah kanan Romi.
"Hana remot, ngen peu ta peu udeep" (tak ada remot, gimana kita hidupkan) jawab Romi.
" kacok remot hai,,han eek ta theun seu uem that nyoe" (ambil remot hai, gak tahan ne, panas banget) kata gadis tadi lagi.
tiba - tiba, sebelum bapak H.Mustafa memulai memberi perkuliahan kepada semua mahasiswa yang hadir pada hari itu, datanglah seorang perempuan yang bertugas di SBAK untuk mengantar absensi kehadiran Mahasiswa yang baru selesai di Printnya.
"Kak Srik" tauk aku, ternyata ia tak medengarnya, setelah kasih absen langsung balik badan.
"Ben, cok remot bak SBAK untuk peu udeep kipas Angen" (Ben, ambil remot di SBAK untuk hidupin kipas angin) kata aku lagi sama Beny yaco Maffa nama lengkapnya.
Melihat kondisi sangat riuh, beny langsung bergegas mengambil remot kipas angin di SBAK.
zieeiieieeieiieieieieieieieei, suara kipas angin hidup setelah di pencet remot oleh Beny.
"Nyan baroe pas, beuteuga lom aju" (itu baru pas, yang lebih kencang lagi) teriak seorang gadis gendut, namanya Ida Munira.
Suara kipas anginpun mulai terasa keras.
"Brueueueuueueueuueeuueueueuueuueu" suara angin .
suara angin disertai suara cas cis cus riuhnya mahasiswa makin lama semakin nyaring terdengar, seakan - akan bagaikan di pasar ikan yang begitu ributnya.
pak Mustafa mulai hilang konsentrasinya, melihat kondisi dalam ruangan tidak ada yang tenang lagi, semuanya terlihat sudah goyang pantatnya. kursi yang pertama tersusun dengan rapi kian semberaut akibat di geser - geser.
sanking parahnya keadaan dalam ruangan, ahirnya pak Mustafa tidak berdiri dan menerangkan lagi. pak Mustafa hanya mengatakan, "kalau ribut seperti ini nanti tak tau apa - apa kalau ujian".
Kemudian Bapak Mustafa mulai duduk kembali dikursi dan membuka buku pedoman yang ada di atas meja yang di bawanya sebagai bahan materi pelajaran politik administrasi & Agraria.
"Jinoe buka buku tuleeh ileei bacut, bek singeh hana catatan meu bacut (sekarang buka buku catat sedikit, jangan sampai besok tak ada catatan sedikitpu) kata Pak Mustafa,".
"alah pak, peu tuleh aree lom,,terangkan aju, kaheek that nyoe (alah pak, gak usah tulis lagilah, jelaskan langsung aja, dah capek kali ni) ucap seorang laki - laki yan duduk deretan belakang, dan di dukung oleh beberapa kawannya yang lain.
"pane na meunan, meu ta tuleh golom,,panee na heek, tuleh aju bacut, hana lee nyoe ( mana ada begitu, belum kita tulispun, mana da capek, catat aja, cuma sedikit ne bahannya) bujuk pak Mustafa agar mahasiswa mau menulis catatan.
setelah di bujuk begitu, semuanya mulai membuka buku untuk mencatat. ada juga beberapa orang yang memang tak peduli sama sekali dengan catatan kuliahnnya.
Politik administrasi Agraria adalah.........!!! kata pak mustafa
"peu pak ? (apa pak) kata mahasiswa di sudut pojok"
"Pak ulang keulayi lei, bek bagah - bagah that ( pak coba ulangi, jangan cepat - cepat kali) kata Mahasiswa lain yang duduk di deretan tengah.
"pane na bagah (mana da cepat) kata pak Mustafa lagi".
meskipun sudah mulai mencatat masih ada juga suara cas cis cus....sekali - kali juga ada ketawanya..hahahhahhahah.
![]() |
| Para Mahasiswa sedang menulis |
"bek karu iley,,hana kateupeu tuleh meunye kapeugah haba (jangan ribut dulu, tidak tau mau tulis apa jika kalian masih ribut)" ucap pak Mus lagi.
ka, ka pak,,kabereh nyoe, cie ulang keulayi bak phoen ( sudah, sudah pak, sudah beres ni, coba ulangi kembali dari pertama ) jawab kawan di samping".
Ahir cerita, setelah dua jam setengah dalam ruanagan bersama pak Mustafa, semua mahasiswa mengeluh untuk pulang.
"pak kaseb, jak woe, kaseupot nyoe (pak dah ckup, dah bisa pulang ne, dah sore ne) kata beberapa orang cewek".
"jeut, inoe tawoe, absen ho ka?? ( baik, sekarang kita pulang, absen mana ?) tanya Pak Mus.
"Nyopat Pak " (disini pak) jawab Romi.
"preh ileh siat, bapak hei absen (tunggu sebentar, bapak absen dulu) Pak Mus.
Ramadhana....Hadir pak
Ida Munira....Hadir pak
Rosmawar....hadir pak
Lusiana......izin pak, jawab hafni.
khaidir......hadirrrr
M.Romi....na lon pak.
Heri fadli....hadeerrr
Hanifah......hadir bapak
wilda desi....hadir pak.
Vera .........Izin pak jawab Nasrizal
M.ikram,,,,hadir
M.yahya....ya pak
khairun nisa....hadiiiiir
dst..
Baiklah untuk hari ini kita padai dulu disini, nanti kita jumpa di minggu depan..tutup pak Mus.
Penulis adalah Rudi Hermawan,MK
Mahasiswa Unigha FIA semester IV.
Alamat. Jln. keunire- Lhok Kaju, komplek 56 perumahan gampong Cot Geunduek, kec.Pidie.Kab.Pidie
Email: rudiloca@yahoo.com






0 komentar :