Alarm hanphone Reno berbunyi seperti biasanya ia bangun pagi pukul 06:30. Reno mengambil hanphonenya kemudian di senyapkan, ruangan kamarnya terlihat terang yang disinari matahari. Reno langsung bangun dan bergegas keluar, diruangan tamu Reno melihat dua temannya yang masih tidur nyenyap. kemudian Reno masuk kekamar satu lagi, disitu Reno membuka laptop temannya yang sudah lama ditinggalkan ditempat Reno tinggal. Reno tinggal bersama teman - temannya di sebuah rumah di depan kantor POS kota Sigli. Pada awalnya Reno membuka facebook sebelum membaca berita di media olline, Reno membuka pemberitahuan yang sudah menumpuk di facebooknya. Disebelah kiri pemberitahuan terdapat satu pesan yang belum dibaca oleh Reno. Kemudian Reno membukanya, Reno membaca isi pesan "na brat bang Reno". Pesan tersebut merupakan lanjutan hasil chatingan Reno denga Lela semalam sebelum tidur. Tak lama kemudia Rani teman satu ruangan Reno kuliah mengirim sebuah pesan lewat chating, Rani menanyakan Reno,
ini percakapan Rani dan Reno
Rani : Na kajak kul
Reno: na, cok lon at jeut
Rani: Jeut , pat
Reno : Dikeu pendopo
Rani : Man han dikheun eunteuk
Reno : Dikeu pendopo kapreh
Rani : oc, poh padum
Reno : Poh padum kajak, bek teulad that hay
Reno : Poh padum kajak, bek teulad that hay
Rani : poh lapan jeut
Reno : jeut, asai bek teulad that, karna lon neuk jak uPidie siat.
Setelah selesai chatingan dan berjanji dengan Rani, Reno mengambil sehelai handuk langsung bergegas ke kamar mandi. Mandipun usai, Reno memakai pakaiannya, dan memakai sepatu untuk berangkat kedepan pendopo bupati Pidie. Jarum jam sudah menuju pukul 08:00 Wib, Reno keluar dari rumah tempat tinggalnya. Pendopo bupati Pidie tidak jauh dari tempat Reno tinggal, sekitar 300 m. Reno jalan kaki menuju kedepan pendopo, Kebetulan Reno pas duduk dipersempangan simpang empat jembatan Benteng. Matahari yang belum lama terbit dari arah timur, Reno menahan cahaya matahari yang begitu terang cahaya didepan matanya. Tak lama kemudian, Reno bertemu dengan teman satu ruangan dengannya pada smester I, temannya secara kebetulan. Temannya Reno merupakan pegawai negeri sipil. Kemudian temannya mangajak Reno untuk sarapan pagi disebuah warong depan kantor polisi pramong praja. Reno menolaknya, padahal Reno belum makan apa-apa dari tadi. Reno berbohong kepada temannya, meski perutnya keroncongan.
Jarum jam terus berputar, temannya Reno tadi berangkat ke warung. Reno sendirian duduk di trotoal jalan, matanya sterio kekiri kekanan. Reno menunggu Rani untuk menjemputnya, beberapa orang RBT sempat menanyakan Reno, " hoee", Reno menjawab "Hana bang".
Kemudian Reno kembali membuka HPnya, Reno melihat waktu sudah pukul 08:15, Rani belum juga sampai. Rumah Rani jauh dari pendopo, Rani tinggal di Simpang Tiga. Reno mulai kwatir dengan Rani, janji Rani jam 8 menjemput Reno. Sudah setengah 9 Rani belum juga sampai didepan Reno.
Reno kwatir dengan kuliahnya, sebab jika Rani tidak menjemputnya, Reno tidak ada kendaraan untuk pergi ke Gle Gapui tempat ia kuliah. Damri kampus sudah lewat, Reno sangat kwatir Rani tidak sampai-sampai sudah 30 menit ia tunggu. Tak sabar lagi Reno menunggu di simpang 4 tersebut, kemudia reno berpindah tempat kedepan pintu gerbang masuk pendopo dengan berjalan kaki. Diseberang jalan didepan pendopo, Reno melihat sebuah tempat duduk dibawah pohon cemara, Reno langsung duduk ditempat tersebut. Matanya menatap kedepan, disepanjang pagar pendopo bupati Pidie terlihat banyak ucapan papan bunga yang bertulis "selamat hari ibu ke 85".
Rasa gundah, gelisah yang dirasakan Reno ketika ia menunggu Rani sudah hampir satu jam. Reno memindah tatapan matanya ke kiri, tepatnya ke jembatan Beteng. Reno melihat ratusan kenderaan yang lewat, tidak satupun kenderaan milik Rani. Kekwatiran Reno mulai tinggi, Reno membuka HPnya kembali, tak satupun sms yang masuk dari Rani. Reno mencoba menghubungi Rani, eh malah pulsa HP Reno tidak mencukupi. kemudian Reno coba sms, ternyata pulsa HP Reno tidak mencukupi sama sekali, ahirnya Reno mencoba CM Rani.Reno terus menatap ke jembatan, tak juga kelihatan Rani.
Reno mulai membosankan menunggu Rani yang tidak tepat janji menjemputnya untuk berangkat kuliah bersama. Jarum jam sudah menuju pukul 9, HP Reno berbunyi, Rani menghubunginya, "Pat", tanya Rani. Reno melihat Rani ditempat Reno pertama menunggu Rani, Reno berkata" Ukeu kajak ju, lon dikeu nyoe pat". Rani memutuskan percakapan dan langsung menjumpai Reno.
Ahirnya perasaan Reno mulai lega, meski sudah merasa bosan dan kwatir dengan Rani. Reno mulai tersenyum, Ranipun demikian, sebelum Reno dan Rani berangkat menuju kekampus, Rani menceritakan sedikit tentang keterlambatannya sama Reno. Rani mengaku dirinya terjebak antrian pada SPBU saat mengisi BBM, makanya Rani terlambat satu jam menjemput Reno.
Cerita Rani tak panjang lebar, keduanya mulai tersenyum, dan ahirnya Reno dan Rani berangkat menuju Gle Gapui.
RENO, RANI, DAN LELA merupakan nama samaran yang digunakan penulis.
Nama Pena Penulis : RUDILOCA
Mahasiswa fakultas ilmu administrasi Unniversitas Jabal Ghafur Sigli.
Alamat : Jln.Keunire - Lhok kaju, komplek 56 perumahan Cot Geunduek, Kec.Pidie
RENO, RANI, DAN LELA merupakan nama samaran yang digunakan penulis.
Nama Pena Penulis : RUDILOCA
Mahasiswa fakultas ilmu administrasi Unniversitas Jabal Ghafur Sigli.
Alamat : Jln.Keunire - Lhok kaju, komplek 56 perumahan Cot Geunduek, Kec.Pidie





0 komentar :